Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2025 mencapai 109073 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 13786 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2025 ini, nilai pengeluaran kategori ini kembali mendekati catatan pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat pada tahun 2021 sebesar 110460 Rupiah.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Banggai Rp.116,75 Juta Data per 2025)
Selama periode 2018 hingga 2025, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Setelah naik secara berturut selama tiga tahun dari 2018 hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2021, nilai ini turun sedikit pada tahun 2022, lalu turun cukup besar pada tahun 2023 sebesar 15,9 persen. Sejak tahun 2023 hingga 2025, catatan pengeluaran kembali menunjukkan kenaikan secara berturut-turut.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini setara dengan 11,1 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori masyarakat Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2025. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini bahkan mencapai 90692 Rupiah, nilai yang hampir menyamai pengeluaran untuk kategori makanan dan minuman jadi. Pengeluaran untuk perawatan pribadi tercatat sebesar 42642 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Tengah menempati urutan ke 16 dari 17 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Hanya Kabupaten Kepulauan Konawe yang memiliki nilai pengeluaran kategori ini lebih rendah dibandingkan Kabupaten Buton Tengah. Untuk skala nasional, wilayah ini menempati urutan 452 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Perbandingan Dengan Wilayah Lain Di Sulawesi Tenggara
Dari 17 wilayah di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi pada tahun 2025 sebesar 258450 Rupiah per kapita per bulan. Disusul berturut-turut oleh Kabupaten Kolaka Utara sebesar 236970 Rupiah, Kabupaten Konawe Utara sebesar 234359 Rupiah, Kabupaten Kolaka sebesar 207731 Rupiah dan Kabupaten Konawe sebesar 179813 Rupiah. Dari kelima wilayah teratas ini, hanya Kota Kendari yang mencatat penurunan pengeluaran pada tahun 2025 sebesar 1 persen, sementara empat wilayah lain semuanya mencatat kenaikan.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Nias Utara 2025: Kenaikan Jadi Rp923,91 Ribu per Bulan)
Data Pengeluaran Total Masyarakat
Untuk total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori makanan dan bukan makanan, Kabupaten Buton Tengah menempati urutan ke 15 se-provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai total 977932 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 29,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan pengeluaran total tertinggi di seluruh wilayah provinsi pada periode yang sama. Hanya Kabupaten Kolaka Timur yang mencatat pertumbuhan total pengeluaran lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Buton Tengah.
Pengeluaran Bukan Makanan
Khusus kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Buton Tengah mencatat nilai 466792 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, dan menempati urutan ke 15 se-provinsi. Nilai ini mengalami kenaikan sangat signifikan sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan tertinggi kedua untuk kategori ini di seluruh Sulawesi Tenggara. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan provinsi untuk kategori bukan makanan pada tahun 2025.
Catatan Historis Jangka Panjang
Selama 8 tahun pengamatan sejak 2018, tercatat penurunan terbesar pengeluaran makanan dan minuman jadi terjadi pada tahun 2023 sebesar 15,9 persen. Sementara kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2020 sebesar 14,7 persen. Nilai pengeluaran tahun 2025 saat ini sudah berada 38,7 persen lebih tinggi dibandingkan nilai dasar pengeluaran pada tahun 2018. Rata-rata pertumbuhan tahunan untuk kategori ini selama delapan tahun terakhir adalah sebesar 4,7 persen setiap tahunnya.