Ekspor Bahan Bakar Mineral Indonesia ke Jepang. Turun Menjadi US$ 4,96 Miliar
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indonesia membukukan ekspor dengan Jepang. US$ 17,61 miliar data per Desember 2025. Nilai tersebut semakin jatuh 14.95% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 20,71 miliar.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Jepang. ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 13,66 miliar dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 24,85 miliar.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Jepang. 65 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, ke negara ini terdapat 91 produk utama Indonesia yang diekspor setiap tahun. Dengan kata lain, produk-produk tersebut merupakan andalan ekspor Indonesia ke Jepang. Lainnya, sebagian besar produk merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada 10 produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Jepang. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya
- Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya
- Nikel.
- Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik
- Karet.
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengekspor Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya. Dalam klasifikasi tradmap, Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya masuk kategori produk HS dengan kode 27. Produk ini merupakan jenis barang ekspor yang dikelompokkan bersama dengan zat bituminus dan mineral
Pada 2025, Indonesia tercatat mengekspor senilai US$ 4,96 miliar. Nilai ekspor Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya; zat bituminus; mineral ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 6 miliar.
(Baca: Inflasi Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Kota Cirebon Bulan Agustus Sebesar 0,05%)
Di urutan kedua, ekspor Indonesia paling banyak adalah produk Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya. Nilai ekspor dari Jepang. pada 2025 tercatat US$ 1,63 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 1,71 miliar.
Untuk produk Nikel. dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 75. Indonesia mengekspor US$ 1,2 miliar, naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1,05 miliar. Selain Jepang. Indonesia juga mengandalkan ekspor Nikel. ke Korea, Republik Korea. Kuwait. Afghanistan. Afrika yang tidak disebutkan di tempat lain. dan Albania. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke -4 negara lainnya.
Di urutan ke keempat adalah, Indonesia banyak mengekspor Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik ke Jepang. Nilai ekspor produk ini tercatat sebanyak US$ 868,1 juta. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 635,9 juta. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengekspor Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik ke -4 negara. Ekspor Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik ke negara ini merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Jordan, Kazakhstan. Kenya. dan Kiribati.
Untuk produk, Indonesia banyak mengekspor Karet. ke Jepang. Nilai ekspor produk ini tercatat senilai US$ 781,15 juta. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 832,36 juta. Selain Jepang. Indonesia juga mengandalkan ekspor Karet. ke Jamaika. Korea, Republik Korea. Kuwait. Afghanistan. dan Afrika yang tidak ditentukan di tempat lain. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke -4 negara lainnya.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.670 | +0.35 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |