Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2024 mencapai 188906 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 70,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 110632 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode tahun 2018 hingga 2024, terjadi pergerakan nilai yang naik turun dengan rentang nilai terendah tercatat pada tahun 2023 dan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 402965 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2025)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 5,7 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Puncak Jaya yang mencapai 3275258 rupiah per bulan pada tahun 2024. Sementara itu, nilai ini juga setara dengan 8,7 persen dari total pengeluaran makanan masyarakat wilayah tersebut. Sepanjang tujuh tahun terakhir, tidak ada pola kenaikan stabil, setiap tahun selalu terjadi perubahan arah pergerakan nilai secara bergantian antara naik dan turun.
Terdapat anomali pada tahun 2022 dimana pengeluaran makanan dan minuman jadi mencapai angka 402965 rupiah, nilai ini hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata nilai enam tahun lainnya pada periode observasi. Satu tahun setelahnya, yaitu tahun 2023, nilai tersebut langsung turun drastis menjadi 110632 rupiah sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024. Perubahan sebesar 258,9 persen pada tahun 2022 menjadi kenaikan tertinggi yang pernah tercatat sepanjang periode data.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Papua Tengah, Kabupaten Puncak Jaya menempati urutan ketiga untuk nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Di atasnya terdapat Kabupaten Mimika dengan nilai 230375 rupiah dan Kabupaten Nabire sebesar 189178 rupiah. Sementara untuk skala nasional, wilayah ini menempati urutan 244 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Kabupaten Puncak Jaya
Untuk kategori pengeluaran total makanan, Kabupaten Puncak Jaya menempati urutan pertama seluruh kabupaten di Papua Tengah dengan nilai 2153526 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan wilayah ini satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut yang mencatatkan kenaikan pengeluaran makanan di atas 20 persen. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga masih menempati urutan pertama meskipun mencatatkan penurunan sedikit sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Toba Samosir | 2024)
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat perekonomian tinggi di Papua Tengah, menempati urutan kedua untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024. Nilai total pengeluaran masyarakat wilayah ini tercatat 2036080 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini menjadi yang tertinggi seprovinsi dengan pertumbuhan 20,6 persen selama satu tahun terakhir.
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire secara konsisten menempati urutan ketiga seprovinsi untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1906120 rupiah per bulan dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 5,2 persen. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, nilai wilayah ini hanya terpaut 272 rupiah saja di atas Kabupaten Puncak Jaya, dengan pertumbuhan 11,2 persen dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya mengalami penurunan paling besar di seluruh wilayah Papua Tengah untuk hampir semua indikator pengeluaran. Pada tahun 2024, nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi wilayah ini hanya tercatat 46507 rupiah per kapita per bulan, turun sebesar 83,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini juga turun sebesar 33,9 persen sehingga turun dari urutan kedua menjadi urutan keempat seprovinsi pada tahun 2024.