Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kota Batam pada tahun 2024 mencapai 148.428 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 43,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 adalah 45.005,9 rupiah, menjadikan angka ini sebagai pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun terakhir (2018-2024). Pengeluaran ini menyumbang sekitar 30,6 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (484.476 rupiah) dan 167,7 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (88.535 rupiah).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Banyumas | 2024)
Secara historis, pengeluaran perawatan kulit Kota Batam mengalami fluktuasi dari tahun 2018 hingga 2024. Tahun 2018, angka ini berada di 80.826 rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 72.922 rupiah pada 2019. Tahun 2020 naik menjadi 82.245 rupiah, dilanjutkan kenaikan signifikan menjadi 102.709 rupiah pada 2021. Pada 2022, pengeluaran sedikit turun menjadi 96.845 rupiah, sebelum kembali naik menjadi 103.422 rupiah pada 2023 dan mencapai pengeluaran tertinggi di 2024. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 100.992 rupiah, pengeluaran 2024 lebih tinggi sebesar 47.436 rupiah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Batam menempati peringkat pertama dalam pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota seprovinsi Kepulauan Riau pada tahun 2024, dan peringkat ketujuh se-Indonesia. Di provinsi yang sama, lima kabupaten/kota lain memiliki pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebagai berikut: Kabupaten Karimun (82.617 rupiah, pertumbuhan 1,5 persen, peringkat kedua), Kabupaten Natuna (80.478 rupiah, pertumbuhan 7,7 persen, peringkat ketiga), Kabupaten Kepulauan Anambas (70.396 rupiah, penurunan 21,3 persen, peringkat keempat), Kota Tanjung Pinang (69.700 rupiah, penurunan 16 persen, peringkat kelima), dan Kabupaten Bintan (68.405 rupiah, penurunan 4,9 persen, peringkat keenam). Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya untuk semua wilayah yang dibandingkan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di wilayah seprovinsi Kepulauan Riau menunjukkan variasi pertumbuhan pada tahun 2024. Kota Tanjung Pinang menempati peringkat pertama dengan pengeluaran 997.865 rupiah (pertumbuhan 15,7 persen), diikuti Kabupaten Kepulauan Anambas (899.419 rupiah, pertumbuhan 12,8 persen, peringkat kedua), Kabupaten Bintan (762.370 rupiah, pertumbuhan 7,9 persen, peringkat ketiga), Kabupaten Natuna (754.951 rupiah, pertumbuhan 19,1 persen, peringkat keempat), dan Kabupaten Karimun (733.058 rupiah, pertumbuhan 10,4 persen, peringkat kelima). Pengeluaran bukan makanan ini mencerminkan daya beli masyarakat di bidang konsumsi non-esensial, termasuk perawatan kulit.
Kota Tanjung Pinang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Tanjung Pinang pada tahun 2024 adalah 1.917.867 rupiah, mengalami penurunan 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2.348.330 rupiah). Namun, pengeluaran untuk makanan sendiri naik sebesar 33,8 persen menjadi 920.002 rupiah dari 687.804,97 rupiah tahun sebelumnya. Kota Tanjung Pinang menempati peringkat pertama dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Kepulauan Riau, menunjukkan bahwa meskipun total pengeluaran turun, konsumsi non-makanan masih menjadi prioritas bagi masyarakat di sini. Pengeluaran perawatan kulit di Kota Tanjung Pinang tahun 2024 adalah 69.700 rupiah, turun 16 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kelima di provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Selatan 2015 - 2024)
Kabupaten Kepulauan Anambas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2024 adalah 1.824.150 rupiah, turun 9,4 persen dari tahun sebelumnya (2.012.316 rupiah). Pengeluaran untuk makanan naik 12,2 persen menjadi 924.731 rupiah dari 824.085,91 rupiah tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di sini adalah 899.419 rupiah, naik 12,8 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat kedua di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 adalah 70.396 rupiah, turun 21,3 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat keempat di provinsi.
Kabupaten Natuna
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Natuna tahun 2024 adalah 1.546.075 rupiah, turun 10 persen dari tahun sebelumnya (1.717.505 rupiah). Pengeluaran untuk makanan naik 17,9 persen menjadi 791.124 rupiah dari 670.997,47 rupiah tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di sini adalah 754.951 rupiah, naik 19,1 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat keempat di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 adalah 80.478 rupiah, naik 7,7 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketiga di provinsi.
Kabupaten Karimun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Karimun tahun 2024 adalah 1.544.071 rupiah, turun 6,3 persen dari tahun sebelumnya (1.647.016 rupiah). Pengeluaran untuk makanan naik 26,1 persen menjadi 811.013 rupiah dari 643.240,87 rupiah tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di sini adalah 733.058 rupiah, naik 10,4 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat kelima di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 adalah 82.617 rupiah, naik 1,5 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedua di provinsi.