Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Buru pada tahun 2024 mencapai 58183 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 17,7 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 88333 rupiah, dan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2021 sebesar 54059 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Nias Utara | 2024)
Apabila dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini menyumbang sekitar 4,7 persen dari rata-rata total pengeluaran per kapita per bulan. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 127132 rupiah, juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang tercatat 67262 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu pengeluaran untuk kategori kecantikan secara umum tercatat sebesar 29275 rupiah per kapita per bulan.
Secara historis selama tujuh tahun terakhir, pengeluaran perawatan kulit Kabupaten Buru tidak menunjukkan arah gerak yang konsisten. Setelah mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022, angka ini terus mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2019 sebesar 36,9 persen, sedangkan kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 63,4 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran lima tahun terakhir wilayah ini berada di angka 71670 rupiah, sehingga nilai tahun 2024 berada di bawah rata-rata tersebut.
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Buru berada di peringkat 7 dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Maluku untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di provinsi ini secara berturut-turut adalah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Kota Ambon
Kota Ambon secara konsisten menempati peringkat pertama di seluruh Provinsi Maluku untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mencapai 102707 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sedikit sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 1.766.770 rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 770.218 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 996.551 rupiah yang juga menempati urutan pertama seluruh kabupaten kota di Maluku.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2015 - 2024)
Kota Tual
Kota Tual menempati peringkat kedua untuk total pengeluaran masyarakat di Provinsi Maluku, namun hanya berada di peringkat keenam untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini tercatat 59558 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 24,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat Kota Tual pada tahun 2024 mencapai 1.248.980 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran makanan tercatat 646.559 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 602.421 rupiah.
Kabupaten Maluku Barat Daya
Kabupaten Maluku Barat Daya menempati peringkat kedua untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 di Provinsi Maluku. Wilayah ini mencatatkan pengeluaran perawatan kulit sebesar 70554 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 1.131.439 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran makanan tercatat 664.345 rupiah dan menempati peringkat kedua secara keseluruhan untuk kategori pengeluaran makanan di seluruh provinsi.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten Seram Bagian Barat mencatatkan kenaikan tertinggi untuk pengeluaran perawatan kulit sepanjang tahun 2024 di seluruh Provinsi Maluku. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 27 persen, sehingga pengeluaran perawatan kulit mencapai 67644 rupiah per kapita per bulan dan menempati peringkat ketiga di tingkat provinsi. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 1.031.205 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran bukan makanan tercatat 476.077 rupiah dan menempati peringkat ketujuh untuk kategori tersebut di tingkat provinsi.