Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Bau Bau untuk sabun mandi pada tahun 2024 mencapai 63004 rupiah per orang setiap bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun 2023. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Aceh Tenggara | 2024)
Selama periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, catatan pengeluaran sabun mandi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 12,3 persen menjadi 47469 rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai terendah sepanjang periode data. Setelah tahun 2020, angka pengeluaran kembali naik hingga tahun 2022, kemudian turun sedikit pada tahun 2023 sebelum kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 3,8 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa masyarakat Kota Bau Bau. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk perawatan sebesar 65866 rupiah, pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 93642 rupiah, serta pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 132521 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Bau Bau menempati urutan ke 5 dari 17 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan teratas dipegang oleh Kota Kendari dengan nilai pengeluaran 83605 rupiah, disusul Kabupaten Wakatobi 73392 rupiah, Kabupaten Konawe Utara 67459 rupiah dan Kabupaten Kolaka Utara 64905 rupiah. Secara nasional, Kota Bau Bau berada di urutan 240 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Pada tahun 2024, terdapat perbedaan pertumbuhan yang cukup besar antar wilayah di Sulawesi Tenggara. Sementara Kota Bau Bau mencatat kenaikan 10,5 persen, Kabupaten Buton mencatat kenaikan tertinggi sebesar 32,1 persen, dan di sisi lain Kabupaten Buton Tengah mengalami penurunan sebesar 30,7 persen untuk pengeluaran sabun mandi. Peringkat Kota Bau Bau tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Kendari
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Kepulauan Sangihe 2025: Lonjakan Jadi Rp1,15 Juta per Bulan)
Kota Kendari secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita masyarakat Kota Kendari mencapai 2043965 rupiah per bulan, dengan komposisi pengeluaran makanan sebesar 862024 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1181941 rupiah. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menempati urutan kedua secara keseluruhan untuk total pengeluaran masyarakat di Sulawesi Tenggara. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1945394 rupiah per bulan pada tahun 2024, dengan pengeluaran makanan menjadi bagian terbesar sebesar 892441 rupiah per orang setiap bulan. Wilayah ini hanya mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 2,4 persen, angka yang lebih kecil dibandingkan pertumbuhan Kota Kendari.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan tertinggi sepanjang tahun 2024 di Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 30,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1738888 rupiah per bulan, menempati urutan ketiga di seluruh provinsi. Komposisi pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 776987 rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 961901 rupiah per orang setiap bulan.
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana mencatat peningkatan pengeluaran total sebesar 18,1 persen pada tahun 2024, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat setelah Kolaka Utara. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1371337 rupiah per bulan, menempati urutan keenam secara provinsi. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 11,3 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan seluruh provinsi.