Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2024 mencapai 183548 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 10088 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode tujuh tahun data sejak 2018, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini mengalami kenaikan dan penurunan secara berurutan setiap periode tahun.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Barat | 2024)
Pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2019 dengan nilai 231563 Rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, nilai pengeluaran turun selama dua tahun berturut-turut hingga mencapai titik terendah pada tahun 2021 sebesar 175805 Rupiah. Pasca tahun 2021, nilai pengeluaran ini naik sedikit selama dua tahun berturut-turut sebelum akhirnya kembali turun pada tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Tana Tidung menyumbang sekitar 9,7 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan keseluruhan pada tahun 2024. Nilai ini berada di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau, perawatan pribadi, serta sabun mandi yang tercatat pada periode yang sama. Rata-rata pengeluaran bukan makanan masyarakat kabupaten ini mencapai 970076 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024.
Secara peringkat di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Tana Tidung berada di urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan teratas diduduki oleh Kabupaten Bulungan dengan nilai 254159 Rupiah, diikuti Kota Tarakan 240191 Rupiah, Kabupaten Malinau 187870 Rupiah dan Kabupaten Nunukan 186924 Rupiah. Seluruh wilayah di provinsi ini kecuali Kabupaten Malinau mencatat penurunan nilai pengeluaran kategori ini pada tahun 2024.
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Bulungan mencatat total pengeluaran per kapita per bulan keseluruhan sebesar 2047079 Rupiah pada tahun 2024, merupakan nilai tertinggi di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Wilayah ini mengalami penurunan total pengeluaran sebesar 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana penurunan terjadi baik pada kategori makanan maupun bukan makanan. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 994453 Rupiah per kapita per bulan, turun 5,8 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Pekanbaru 501,23 Ribu dan Angka Pengangguran 5,25 Persen)
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Utara yang mencatat kenaikan untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita wilayah ini naik 15 persen menjadi 2027803 Rupiah, menggeser posisi menjadi urutan kedua di provinsi. Pengeluaran makanan wilayah ini bahkan menjadi tertinggi se-provinsi dengan nilai 1026262 Rupiah per kapita per bulan, naik 23,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Tarakan
Kota Tarakan yang sebelumnya berada di urutan kedua total pengeluaran se-provinsi, turun ke posisi keempat pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita wilayah ini turun 5,2 persen menjadi 1787241 Rupiah per bulan. Pengeluaran makanan di kota ini tercatat sebesar 839996 Rupiah per kapita, hanya naik sedikit 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun 10,8 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan tetap berada di urutan terakhir untuk total pengeluaran per kapita se-provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2024. Walaupun demikian, wilayah ini mencatat kenaikan total pengeluaran sebesar 2,1 persen menjadi 1650757 Rupiah per kapita per bulan. Kenaikan ini terutama didorong oleh pengeluaran makanan yang naik 8,5 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun sedikit 4 persen dibandingkan tahun 2023.