Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2024 mencapai 183548 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, angka pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun, dengan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2019 sebesar 231563 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Belanja Barang dan Jasa Periode 2013-2024)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini mencakup 9,7 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Tana Tidung tahun 2024 yang mencapai 1894296 Rupiah. Jika dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, nilai ini lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 154054 Rupiah, pengeluaran perawatan 108916 Rupiah, serta pengeluaran sabun mandi sebesar 123753 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Secara historis, setelah mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2019, angka konsumsi makanan dan minuman jadi di wilayah ini turun secara berturut-turut selama dua tahun hingga tahun 2021. Setelah itu terjadi kenaikan berturut-turut selama dua tahun pada tahun 2022 dan 2023, sebelum kembali turun sedikit pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kategori ini selama tiga tahun terakhir berada pada angka 187000 Rupiah per kapita per bulan, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat sebesar 187554 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Tana Tidung menempati urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan pertama diduduki oleh Kabupaten Bulungan dengan nilai 254159 Rupiah, disusul Kota Tarakan 240191 Rupiah, Kabupaten Malinau 187870 Rupiah, dan Kabupaten Nunukan 186924 Rupiah. Hanya Kabupaten Malinau yang mencatat kenaikan pengeluaran kategori ini, sementara empat wilayah lain termasuk Kabupaten Tana Tidung mengalami penurunan.
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan pengeluaran total per kapita tertinggi di Kalimantan Utara tahun 2024 dengan nilai total 2047079 Rupiah per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan pengeluaran bukan makanan sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisi pertama di tingkat provinsi. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 994453 Rupiah per kapita, turun 5,8 persen dari tahun lalu, dan menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan di seluruh provinsi.
(Baca: PDRB Kabupaten Lamandau 2025: Rp8,85 Triliun, Tumbuh 3,14 Persen)
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau mencatat performa paling konsisten mengalami kenaikan hampir seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini naik sebesar 15,7 persen, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi ini yang mencatat kenaikan pada kategori tersebut. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 2027803 Rupiah per bulan, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati urutan kedua di tingkat provinsi Kalimantan Utara.
Kota Tarakan
Kota Tarakan yang sebelumnya berada di urutan kedua total pengeluaran per kapita provinsi, turun ke urutan keempat pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan pengeluaran bukan makanan sebesar 10,8 persen dan penurunan total pengeluaran sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di kota ini juga turun 7 persen menjadi 240191 Rupiah per kapita per bulan, namun masih berada di atas rata-rata seluruh kabupaten di provinsi ini.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan menempati urutan terakhir untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2024. Meskipun mengalami penurunan kecil untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 1,2 persen, wilayah ini mencatat kenaikan total pengeluaran sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini naik 8,5 persen menjadi 856358 Rupiah per kapita per bulan, dan menempati urutan keempat untuk kategori pengeluaran makanan di tingkat provinsi.