Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode semester September 2025 sebesar 701.024 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang 21 periode pengamatan sejak Maret 2015, nilai ini tercatat sebagai nilai tertinggi yang pernah dicatat, dengan total kenaikan sebesar 112,31% sejak data pertama direkam. Seluruh periode pengamatan tidak pernah tercatat penurunan nilai, seluruh 20 periode setelah data pertama selalu mengalami kenaikan.
(Baca: Statistik Garis Kemiskinan Non Makanan Perkotaan Periode 2015-2025)
Pada semester September 2025, terjadi kenaikan sebesar 4,5% dibandingkan semester sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 semester terakhir tercatat 2,91%, rata-rata 4 semester terakhir 3,09% dan rata-rata 5 semester terakhir 2,99%. Kenaikan semester ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3, 4 maupun 5 semester terakhir. Kenaikan terendah sepanjang sejarah terjadi pada semester Maret 2020 sebesar 0,63%, sedangkan kenaikan tertinggi tercatat pada semester September 2022 sebesar 7,71%.
Kepulauan Bangka Belitung secara konsisten menempati peringkat pertama nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan di seluruh wilayah Pulau Sumatera pada seluruh 21 periode pengamatan. Pada periode September 2025, provinsi ini menempati peringkat ke-5 secara nasional. Secara nilai, Kepulauan Bangka Belitung berada dibawah Papua Pegunungan, Papua Barat, Kalimantan Utara dan Papua Tengah dalam daftar peringkat nasional periode yang sama.
Untuk perbandingan antar provinsi peringkat nasional teratas, nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan Kepulauan Bangka Belitung sebesar 701.024 Rupiah per kapita per bulan memiliki selisih 493.267 Rupiah dibandingkan provinsi peringkat pertama nasional Papua Pegunungan. Pertumbuhan semester ini Kepulauan Bangka Belitung tercatat 4,5%, berada di bawah Papua Barat yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,79% pada periode yang sama.
Sepanjang 10 tahun terakhir, tren nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan di Kepulauan Bangka Belitung terus naik secara konsisten, tidak pernah terjadi penurunan nilai pada satu semesterpun. Nilai periode September 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pengamatan yang sebesar 509.579,77 Rupiah per kapita per bulan.
Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menempati peringkat pertama nasional untuk indikator Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan semester September 2025 dengan nilai 1.194.291 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan periode ini tercatat sebesar 6,11% dibandingkan semester sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 68.719 Rupiah per kapita. Secara pulau, provinsi ini juga menempati urutan pertama wilayah Pulau Papua, memiliki selisih nilai hampir 453 ribu Rupiah dibandingkan peringkat kedua pulau yaitu Papua Barat pada periode yang sama. Nilai provinsi ini merupakan satu-satunya yang menembus angka 1 juta Rupiah per kapita per bulan dari seluruh wilayah Indonesia.
Papua Barat
Papua Barat berada pada peringkat kedua nasional dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 741.245 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh 5 provinsi peringkat teratas nasional, yaitu sebesar 7,79% dibandingkan periode sebelumnya. Posisi ini menempatkan Papua Barat sebagai urutan kedua di wilayah Pulau Papua, hanya berada dibawah Papua Pegunungan untuk nilai indikator ini. Selisih nilai dengan peringkat ketiga nasional tercatat sebesar 24.357 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Perceraian Nusa Tenggara Barat 207 Kasus Data per 2024)
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat ketiga nasional dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 716.888 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025. Pertumbuhan periode ini tercatat sebesar 4,72% dengan selisih kenaikan nilai sebesar 32.328 Rupiah dibandingkan semester sebelumnya. Secara wilayah pulau, provinsi ini menempati posisi pertama tertinggi di seluruh wilayah Pulau Kalimantan untuk indikator ini. Nilai provinsi ini berada 15.864 Rupiah di atas Kepulauan Bangka Belitung pada periode pengamatan yang sama.
Papua Tengah
Papua Tengah berada pada peringkat keempat nasional untuk indikator Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan periode September 2025 dengan nilai 712.049 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan periode ini tercatat sebesar 5,99% dibandingkan semester sebelumnya, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan kedua tertinggi setelah Papua Barat diantara 5 peringkat teratas nasional. Secara wilayah pulau, provinsi ini menempati urutan ketiga di wilayah Pulau Papua, berada dibawah Papua Pegunungan dan Papua Barat untuk nilai indikator ini.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat kelima nasional dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perkotaan sebesar 701.024 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025. Pertumbuhan periode ini tercatat sebesar 4,5% dengan selisih kenaikan nilai 30.171 Rupiah dibandingkan semester sebelumnya. Secara wilayah pulau, provinsi ini tetap memegang posisi pertama tertinggi di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Dari 5 provinsi peringkat teratas nasional, Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan selisih kenaikan nilai paling kecil pada periode semester ini.