Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun Databoks menunjukkan, jumlah emiten atau perusahaan tercatat yang dihapus alias delisting bakal meningkat pada 2026.
Rinciannya, pada 2023 dan 2024, aksi delisting masing-masing hanya berjumlah 1 perusahaan. Angkanya kemudian melonjak menjadi 15 emiten pada 2025.
Sementara pada 2026, BEI sudah menargetkan delisting terhadap 18 perusahaan tercatat mulai 10 November 2026.
Melansir Katadata, kebijakan ini diambil terhadap emiten yang dinilai memiliki kondisi operasional tidak memadai serta sahamnya telah disuspensi melebihi batas waktu yang ditentukan bursa.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap pemegang saham publik, BEI mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk melaksanakan pembelian kembali atau buyback atas saham yang dimiliki masyarakat.
BEI menegaskan, meskipun status pencatatan sebagai perusahaan terbuka dicabut, hal tersebut tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh perseroan kepada bursa.
"Perusahaan tercatat yang telah diputuskan delisting tetap memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat, sampai dilakukannya efektif delisting sebagaimana ditetapkan oleh bursa," tulis BEI dalam pengumumannya, Sabtu (11/4/2026).
(Baca: 10 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI Kuartal I 2026)
Berikut adalah daftar perusahaan yang akan dihapus pencatatannya dari bursa:
Daftar Emiten Delisting karena Berstatus Pailit
- PT Cowell Development Tbk (COWL)
- PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
- PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
- PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE).
Daftar Emiten Delisting karena Suspensi Berkepanjangan (Lebih dari 50 Bulan)
- PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
- PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
- PT Northcliff Citra Indonesia Tbk (SKYB)
- PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
- PT Onix Capital Tbk (OCAP)
- PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
- PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
- PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
- PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
- PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY).
(Baca Katadata oleh Karunia Putri: Investor Terancam Rugi karena Delisting, Bagaimana Tips Menghindar dari Rugi?)