PDB

Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2026

1
Agus Dwi Darmawan 21/05/2026 10:42 WIB
Image Loader
Memuat...
Neraca Perdagangan Indonesia Dec 2001 - Mar 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia Maret 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 3,32 miliar. Angka ini melonjak 160,82 persen dibanding Februari 2026 yang hanya mencatatkan surplus US$ 1,27 miliar, namun secara tahunan masih terkontraksi 23,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

(Baca: Jumlah Perceraian di Sumatera Barat Periode 2019-2024)

Badan Pusat Statistik mencatat nilai surplus Maret 2026 ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat pada April 2022 sebesar US$ 7,58 miliar. Sementara rekor terendah neraca perdagangan Indonesia pernah menembus defisit US$ 2,33 miliar pada April 2019.

Badan Pusat Statistik mencatat sepanjang 12 bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia bergerak sangat fluktuatif. Lonjakan terbesar terjadi pada Mei 2025 dengan pertumbuhan bulanan mencapai 2608,75 persen, ketika ekspor melonjak sementara impor justru sedikit turun. Penurunan terbesar terjadi pada Januari 2026 ketika surplus anjlok lebih dari 60 persen dibanding bulan sebelumnya.

(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Palembang Bulan April Turun 0,93%)

Badan Pusat Statistik mencatat pada Maret 2026, ekspor total mencapai US$ 22,53 miliar. Ekspor non migas masih mendominasi dengan porsi 95,13 persen dari total ekspor, secara tahunan sedikit turun 2,52 persen. Sementara ekspor migas tercatat sebesar US$ 1,28 miliar, terkontraksi 11,84 persen secara tahunan dan tidak menunjukkan perubahan dibanding bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik mencatat impor total Maret 2026 tercatat sebesar US$ 19,21 miliar, turun 8,08 persen dibanding Februari 2026. Penurunan ini terutama didorong oleh impor non migas yang anjlok 15,14 persen, meskipun di sisi lain impor migas justru melonjak hampir 59 persen menjadi US$ 3,17 miliar pada bulan yang sama.

Secara keseluruhan, pelebaran surplus pada Maret 2026 hampir sepenuhnya digerakkan oleh penurunan impor non migas, bukan peningkatan kinerja ekspor. Beban defisit neraca migas yang terus bertahan tetap menjadi tekanan struktural, yang apabila tidak ditekan akan terus menggerus potensi surplus perdagangan pada bulan-bulan berikutnya.

Data Pasar

Macro update by
21 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.654 +0.32
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...