IHSG Lanjut Menguat di Tengah Negosiasi AS dan Iran (Selasa, 14 April 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 2,34% ke level 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026).
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, penguatan ini terjadi seiring dengan ekspektasi pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
"Ditopang dari sentimen yang membaik menyusul sinyal diplomatik baru antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah berupaya mencapai kesepakatan," kata Nico, dilansir dari Antara.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 9 dari 11 sektor saham menguat hari ini. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 5,62%, diikuti sektor industri dan sektor energi yang masing-masing naik 4,47% dan 3,68%.
Sementara dua sektor melemah, yaitu sektor barang konsumen non-primer dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi 0,95% dan 0,37%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 3,11 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 53,31 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp24,85 triliun.
Sebanyak 548 saham ditutup menguat hari ini, 151 saham melemah, dan 119 saham stagnan.
Emiten top gainer hari ini adalah RICY yang terbang 34,88%, diikuti PURI dan PPRE yang masing-masing menguat 34,75% dan 34,65%.
Di sisi lain, emiten berkode MSIN menjadi top loser setelah jatuh 14,77%, disusul TRUK yang turun 14,69% dan DFAM terkoreksi 13,85%.
Sejalan dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini cenderung parkir di zona hijau. Indeks Nikkei naik 2,43% ke 57.877,39; indeks Hang Seng naik 0,82% ke 25.872,32; indeks Shanghai naik 0,95% ke 4.026,63; dan indeks Strait Times naik 0,47% ke 5.007,57.
(Baca: IHSG Menguat Lagi ke Level 7.500 (Senin, 13 April 2026))