PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,61 triliun pada 2025.
Labanya turun tipis 0,5% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang mencapai Rp6,65 triliun.
Sejalan dengan itu, pendapatan emiten rokok ini berkurang 4,8% (yoy) menjadi Rp112,17 triliun pada 2025.
Jika diperinci, penjualan HMSP kepada pihak berelasi melonjak 54,8% (yoy) menjadi Rp2,85 triliun.
Pos ini terdiri atas penjualan ke pasar ekspor yang naik 56,8% (yoy) menjadi Rp2,16 triliun, dan pasar lokal tumbuh 48,9% (yoy) menjadi Rp692,42 miliar.
Di sisi lain, penjualan HMSP ke pihak ketiga terkoreksi 5,8% (yoy) menjadi Rp109,32 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
- Sigaret kretek mesin: Rp61,41 triliun
- Sigaret kretek tangan: Rp38,21 triliun
- Sigaret putih mesin: Rp5,86 triliun
- Produk bebas asap: Rp2,45 triliun
- Sigaret putih tangan: Rp958,39 miliar
- Lainnya: Rp448,16 miliar
Adapun beban pokok penjualan Sampoerna turun 7,8% (yoy) menjadi Rp91,55 triliun pada 2025.
Sampai akhir 2025, HMSP memiliki aset senilai Rp51,56 triliun atau turun 5% (yoy).
(Baca: Remaja RI yang Merokok Lebih Tinggi di Desa daripada Kota pada 2019-2025)