PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencetak pendapatan bunga neto Rp17,92 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4,47% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Sejalan dengan itu, emiten berkode BDMN ini meraih laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp3,97 triliun, tumbuh 14% (yoy).
"Sepanjang tahun 2025, Danamon telah mengimplementasikan prioritas strategisnya dengan baik, sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan pada sisi intermediasi maupun profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terjaga," kata Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima dalam siaran pers, Kamis (19/2/2026).
Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp212,7 triliun atau tumbuh 9% (yoy).
Pertumbuhan kredit ini didorong oleh seluruh lini bisnis, mulai dari Enterprise Banking dan Financial Institution, SME Banking, Consumer Banking, hingga Adira Finance.
Lalu dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian naik 16% (yoy) menjadi Rp176,9 triliun pada 2025. Simpanan giro dan tabungan atau current account and saving account (CASA) tumbuh 18% (yoy) menjadi Rp75,2 triliun.
Sampai akhir 2025, Bank Danamon memiliki aset senilai Rp275,71 triliun, tumbuh 11,18% (yoy).
(Baca: NPL Kredit Bank Umum Bulanan Data Bulanan Periode 2014-2025)