Kinerja keuangan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pendapatan pengelolaan dana setelah bagi hasil sepanjang 2025 sebesar Rp4,73 triliun.
Pendapatan itu turun 3,35% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Kendati turun, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru meningkat 13,19% (yoy), menjadi Rp1,20 triliun.
Per akhir 2025, BTPS mencatat nilai aset sebesar Rp22,75 triliun, nak 4,61% (yoy). Sedangkan jumlah liabilitas bertambah 1% (yoy) menjadi Rp2,86 triliun.
Sementara, dana syirkah temporer per akhir 2025 sebesar Rp9,93 triliun, naik 3,44% (yoy). Adapun jumlah ekuitas tercatat Rp9,96 triliun, melesat 6,92% (yoy).
Dalam penjelasan atas laporan keuangannya, BTPS mengatakan, kondisi eksternal segmen yang dilayani setelah pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan.
“Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi,” demikian keterangan BTPS.
(Baca: Total Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp2.972,94 T per Juni 2025)