Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan proses penyesuaian indeks saham Indonesia serta mengkritik atas transparansi saham free float saham memicu tekanan jual di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2026.
Dampak sentimen negatif tersebut sempat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), setelah indeks anjlok lebih dari 8% dalam satu sesi pada periode 28–29 Januari 2026.
Pada penutupan perdagangan akhir bulan lalu, Jumat (30/1/2026), IHSG ditutup di level 8.329,61. Alhasil, secara kumulatif sepanjang Januari 2026, IHSG melemah 317,33 poin atau 3,67% dibanding posisi penutupan 30 Desember 2025.
IHSG juga tercatat turun 805,09 poin atau 8,61% dari posisi tertinggi sepanjang masa di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026.
(Baca: IHSG Anjlok 7,35% Awal 2026, Masuk Daftar Kejatuhan Terdalam Dua Dekade Terakhir)
Tekanan pasar tersebut membuat sejumlah saham mencatat penurunan sangat dalam, bahkan hingga mencapai 50% dalam sebulan. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menjadi saham dengan penurunan terdalam sepanjang Januari 2026.
Berikut 10 saham dengan penurunan harga terdalam selama periode 30 Desember 2025–30 Januari 2026:
- PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS): turun 50,75% ke Rp131 saham
- PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN): turun 49,59% ke Rp122saham
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA): turun 46,89% ke Rp810 saham
- PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG): turun 46,35% ke Rp2.790 saham
- PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO): turun 45,33% ke Rp82 saham
- PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA): turun 44,55% ke Rp224 saham
- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL): turun 43,18% ke Rp150 saham
- PT Natura City Developments Tbk (CITY): turun 43,14% ke Rp232 saham
- PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI): turun 41,99% ke Rp525 saham
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): turun 41,88% ke Rp5.725 saham
Koreksi tajam saham-saham ini mencerminkan besarnya dampak sentimen global terhadap pergerakan saham domestik.
Kali ini terkait kebijakan dan penilaian penyedia indeks internasional seperti MSCI global yang dapat berpengaruh terhadap keluar dan masuknya arus investasi di pasar lokal.
(Baca: IHSG Jatuh Lagi, BEI Stop Perdagangan Sementara (29 Januari 2026))