Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,34% ke level 8.321 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (28/1/2026).
Penurunan indeks terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perhitungan sejumlah indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia.
(Baca: IHSG Naik 22% pada 2025, Tertinggi Sedekade Terakhir)
MSCI melakukan pembekuan ini untuk merespons kekhawatiran investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham dan kelayakan investasi di pasar sekuritas Indonesia.
"Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, diperlukan informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap saham beredar bebas dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia," kata MSCI dalam pengumuman resminya, diberitakan Katadata.co.id, Rabu (28/1/2026).
Adapun IHSG menjadi indeks bursa saham yang anjlok paling parah di kawasan Asia.
Berdasarkan data dari Yahoo Finance, sampai siang ini pukul 13.10 WIB, indeks bursa saham Singapura (STI) hanya turun 0,41%, dan Malaysia (KLSE) turun 0,7%.
Di sisi lain, indeks bursa saham Hong Kong (HSI), Korea Selatan (KOSPI), China (SSEC), dan Jepang (Nikkei) justru menguat, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Ini Sektor Saham dengan Kinerja Terbaik di BEI Tahun 2025)