Di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1.567,04 poin atau 22,13% (year-to-date/ytd) ke level 8.646,94 sepanjang 2025, terdapat saham-saham yang anjlok tajam.
Harga saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) masih ditransaksikan di level Rp3.020/saham pada 30 Desember 2024. Tetapi, pada penutupan 30 Desember 2025, saham CSMI tersebut hanya dihargai Rp210/saham, dengan demikian telah anjlok 93,05% ytd. Penurunan harga saham CSMI tersebut merupakan yang terdalam sepanjang 2025.
Saham yang mencatat penurunan terdalam berikutnya adalah PT Meratus jasa Prima Tbk (KARW), yaitu sebesar 82,96% ytd, diikuti PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) 79,6%, PT Danasupra Erapacific (Tbk) 79,52%, Humpus Intermoda Transportasi Tbk (HITS) 70,7%, dan PT Hillcon Tbk (HILL) 69,19%.
Setelahnya ada PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) harga sahamnya merosot 68,4% ytd. Berikutnya, PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT) 67,61% ytd, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) 60,13%, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) 55,08% ytd.
Berikut ini daftar 10 harga Saham dengan penurunan terdalam periode 30 Desember 2024–30 Desember 2025:
- PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI): dari Rp3.020 turun menjadi Rp210/saham
- PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW): dari Rp2.230 turun menjadi Rp380/saham
- PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX): dari Rp1.490 turun menjadi Rp304/saham
- PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI): dari Rp1.455 turun menjadi Rp298/saham
- PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS): dari Rp396 turun menjadi Rp116/saham
- PT Hillcon Tbk (HILL): dari Rp482 turun menjadi Rp148/saham
- PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD): dari Rp2.690 turun menjadi Rp850/saham
- PT Jakarta Setiabudi Int Tbk (JSPT): dari Rp9.725 turun menjadi Rp3.150/saham
- PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA): dari Rp306 turun menjadi Rp122/saham
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): dari Rp3.740 turun menjadi Rp1.680/saham.
(Baca: PT Indokripto Pimpin Kenaikan Saham IPO 2025, Melesat 3.780%)