Sebanyak 26 emiten melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2025.
Dari jumlah tersebut, terdapat 17 emiten mampu mencatatkan kenaikan dari harga IPO sahamnya. Sisanya, saham 9 emiten terpuruk dari harga perdananya.
PT Indokripto Koin Semesta Tbk memimpin kenaikan harga saham yang melakukan IPO pada 2025. Broker mata uang kripto yang memiliki kode perdagangan COIN ini memberikan keuntungan 3.780% atau 3.780 kali kepada pemegang sahamnya yang membeli di harga penawaran perdananya Rp100/saham.
Emiten yang IPO 2025 yang memberikan keuntungan terbesar kepada investor berikutnya adalah PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), yakni sebesar 950,6%. Diikuti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) 778,95%, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) 187,23%.
Adapun emiten IPO 2025 yang mengalami penurunan harga saham yang terdalam adalah PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), anjlok hingga 48,1% dari harga perdananya Rp210/saham. Ini mengindikasikan, investor yang membeli saham dengan kode BRRC tersebut, asetnya sudah tergerus hampir separuh dari investasinya.
Emiten IPO 2025 yang harga sahamnya tergerus terdalam berikutnya adalah PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), yakni 40,68%. Setelahnya ada PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) 38,64%, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) 32,64%, dan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Rbk (PJHB) 24,85% dari harga IPO.
Berikut ini harga 26 emiten yang melakukan pencatatan saham perdana di bursa sepanjang 2025:
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): dari Rp100 naik menjadi Rp3.880/saham
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): dari Rp168 naik menjadi Rp1.765/saham
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): dari Rp190 naik menjadi Rp1.670/saham
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): dari Rp1.150 naik menjadi Rp9.850/saham
- PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): dari Rp188 naik menjadi Rp540/saham
- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): dari Rp4.060 naik menjadi Rp8.750/saham
- PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE): dari Rp216 naik menjadi Rp462/saham
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): dari Rp2,880 naik menjadi Rp5.550/saham
- PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG): dari Rp250 naik menjadi Rp446/saham
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG): dari Rp230 naik menjadi Rp382/saham
- PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA): dari Rp635 naik menjadi Rp935/saham
- PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT): dari Rp900 naik menjadi Rp1.305/saham
- PT Medela Potentia Tbk (MDLA): dari Rp188 naik menjadi Rp264/saham
- PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI): dari Rp128 naik menjadi Rp178/saham
- PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK): dari Rp128 naik menjadi Rp163/saham
- PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT): dari Rp350 naik menjadi Rp388/saham
- PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII): dari Rp100 naik menjadi Rp102/saham
- PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX): dari Rp452 turun menjadi Rp410/saham
- PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI): dari Rp180 turun menjadi Rp156/saham
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR): dari Rp124 turun menjadi Rp99/saham
- PT Hero Global Investment Tbk (HGII): dari Rp200 turun menjadi Rp151/saham
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB): dari Rp330 turun menjadi Rp248/saham
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI): dari Rp2.390 turun menjadi Rp1.610/saham
- PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH): dari Rp132 turun menjadi Rp81/saham
- PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI): dari Rp118 turun menjadi Rp70/saham
- PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC): dari Rp210 turun menjadi Rp109/saham.