Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Jumlah Rumah Rusak Berat akibat Bencana Alam untuk Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau pada tahun 2026 tercatat sebesar 15 Unit. Pada tahun ini terjadi kenaikan sebesar 11 unit dibandingkan tahun 2023, dengan laju pertumbuhan mencapai 275 persen. Tren jangka panjang sejak pencatatan pertama tahun 2012 menunjukkan tren turun secara keseluruhan, dengan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 277,38 persen yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang hanya 153,10 persen.
(Baca: Statistik Produksi Kentang Periode 2013-2024)
Sepanjang periode pencatatan 2012 sampai 2026, nilai tertinggi rumah rusak berat terjadi pada tahun 2012 dengan 29 unit, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2020 dengan hanya 1 unit. Peningkatan paling tajam terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 600 persen, sedangkan penurunan paling dalam tercatat pada tahun 2013 dengan penurunan 89,66 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2026, posisi Kabupaten Lingga berada di peringkat 13 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Sumatera, serta peringkat 45 secara nasional.
Nilai 15 unit rumah rusak berat di Kabupaten Lingga tahun 2026 menempatkan wilayah ini berada di atas rata-rata historis wilayah tersebut yang hanya 8,86 unit per tahun. Periode 3 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan 5 tahun sebelumnya, dimana pertumbuhan rata-rata 3 tahun terakhir lebih tinggi 124,28 poin persentase dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Peringkat wilayah ini juga mengalami peningkatan tajam dari peringkat 52 di tahun 2023 menjadi peringkat 13 di Pulau Sumatera pada tahun 2026.
Secara fluktuatif, data menunjukkan selama 7 periode pencatatan terjadi 2 kali kenaikan nilai, 3 kali penurunan nilai dan 1 kali kondisi stagnan. Pada tahun 2020 terjadi anomali nilai terendah 1 unit, dimana nilai tersebut 7,86 unit lebih rendah dibanding rata-rata keseluruhan periode. Setelah anomali tahun 2020, nilai rumah rusak berat di wilayah ini terus menunjukkan pergerakan kenaikan hingga tahun 2026.
Dibanding wilayah lain pada tahun yang sama, nilai Kabupaten Lingga setara dengan Kabupaten Pekalongan, hanya lebih rendah 1 unit dari Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Banyuasin. Pertumbuhan 275 persen tahun 2026 merupakan pertumbuhan tertinggi kedua dari seluruh wilayah perbandingan, hanya berada dibawah Kabupaten Kepulauan Sula yang mencatatkan pertumbuhan 1200 persen pada tahun yang sama.
Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kepulauan menempati peringkat 9 di Pulau Maluku dan peringkat 43 secara nasional untuk kategori jumlah rumah rusak berat tahun 2026, dengan total nilai tercatat 16 unit. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 11,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 2 unit. Nilai yang tercatat pada tahun ini berada di posisi ketiga tertinggi dari seluruh daftar wilayah perbandingan, hanya terpaut 1 unit dibanding nilai Kabupaten Lingga Kepulauan Riau. Posisi peringkat nasional wilayah ini lebih tinggi 2 tingkat dibanding Kabupaten Lingga.
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin yang merupakan wilayah di Pulau Sumatera tercatat memiliki 16 unit rumah rusak berat pada tahun 2026, menempati peringkat 12 di Pulau Sumatera serta peringkat 43 secara nasional setara dengan Kota Tidore Kepulauan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 33,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengalami kenaikan sebesar 4 unit. Dari seluruh wilayah perbandingan, Banyuasin menjadi satu dari sedikit wilayah Sumatera yang mencatatkan pertumbuhan positif pada indikator ini tahun 2026, dengan peringkat pulau hanya satu tingkat diatas Kabupaten Lingga.
(Baca: Statistik Produksi Jambu Biji Periode 2013-2025)
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan mencatatkan 15 unit rumah rusak berat tahun 2026, sama persis dengan nilai Kabupaten Lingga Kepulauan Riau, sehingga menempati peringkat 14 di Pulau Jawa dan peringkat 45 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 69,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebesar 34 unit rumah rusak berat. Penurunan ini merupakan salah satu penurunan terbesar diantara seluruh wilayah perbandingan yang tercatat pada tahun berjalan, membuat peringkat nasional wilayah ini turun drastis dibanding periode tahun sebelumnya.
Kabupaten Bima
Kabupaten Bima berada di peringkat 4 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 47 secara nasional, dengan total 14 unit rumah rusak berat tercatat pada tahun 2026. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 26,32 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebesar 5 unit. Nilai yang tercatat hanya berbeda 1 unit dibanding Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Lingga, menunjukan persaingan peringkat yang sangat ketat pada urutan 40 sampai 50 nasional untuk indikator rumah rusak berat tahun 2026.
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung mencatatkan 13 unit rumah rusak berat tahun 2026, menempati peringkat 15 di Pulau Jawa dan peringkat 48 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sangat dalam sebesar 78,69 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebesar 48 unit. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar kedua setelah Kabupaten Pati dari seluruh wilayah yang tercantum dalam data perbandingan tahun 2026. Meskipun mengalami penurunan besar, nilai tahun 2026 wilayah ini hanya terpaut 2 unit dari nilai Kabupaten Lingga.