Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor jasa lainnya di Papua Barat Daya pada tahun 2025 mencapai 7020 pekerja. Berdasarkan catatan historis dua tahun terakhir, angka ini mengalami kenaikan sebesar 1276 pekerja dibandingkan tahun 2024 yang hanya tercatat 5744 pekerja. Pertumbuhan tahunan mencapai 22,21 persen, dengan tren kenaikan konsisten sepanjang periode pencatatan yang tersedia. Nilai tahun 2025 berada di atas rata-rata periode pencatatan yang mencapai 6382 pekerja. Untuk periode 3 hingga 5 tahun terakhir data pertumbuhan rata-rata belum tersedia pada catatan ini, dengan seluruh periode yang tercatat hanya menunjukan arah tren positif tanpa penurunan sama sekali.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nias | 2004 - 2025)
Kenaikan tertinggi jumlah pekerja sektor ini terjadi sepanjang periode pencatatan pada tahun 2025, merupakan satu-satunya periode kenaikan yang tercatat dalam data historis. Tidak terjadi penurunan jumlah pekerja pada seluruh periode yang tercatat, dengan selisih kenaikan satu satunya adalah sebesar 1276 pekerja. Peringkat Papua Barat Daya di lingkup pulau Papua tetap berada di urutan ke-2 baik pada tahun 2024 maupun 2025, sedangkan peringkat nasional juga tetap konsisten berada di urutan 33 selama dua tahun berturut-turut.
Pada tahun 2025, Papua Barat Daya menduduki urutan ke-4 dari seluruh provinsi di wilayah pulau Papua untuk indikator jumlah pekerja sektor jasa lainnya. Nilai 7020 pekerja ini berada di bawah Provinsi Papua yang mencatatkan 9501 pekerja, namun lebih tinggi dibandingkan Papua Tengah yang hanya mencapai 5276 pekerja dan Papua Barat dengan 4719 pekerja. Pertumbuhan 22,21 persen Papua Barat Daya berada di tengah wilayah pulau, lebih rendah dibanding pertumbuhan Papua Barat yang mencapai 57,93 persen dan Papua Tengah 24,73 persen. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 33 dari seluruh wilayah Indonesia.
Provinsi Papua
Provinsi Papua menduduki peringkat pertama di wilayah pulau Papua dan peringkat 30 secara nasional untuk indikator jumlah pekerja sektor jasa lainnya pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan nilai total 9501 pekerja, mengalami kenaikan sebesar 808 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,29 persen. Nilai ini merupakan nilai tertinggi di seluruh wilayah timur Indonesia, dengan pertumbuhan yang tercatat stabil meskipun lebih rendah dibandingkan sebagian besar provinsi lain di kawasan pulau Papua.
Provinsi Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati urutan ke 6 di wilayah pulau Papua dan peringkat 36 secara nasional, mencatatkan total 4719 pekerja pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi se kawasan pulau Papua dengan angka 57,93 persen, mengalami kenaikan sebesar 1731 pekerja dibandingkan periode tahun sebelumnya. Meskipun nilai total pekerja masih terendah di wilayah pulau Papua, laju pertumbuhan yang sangat tinggi menunjukan akselerasi penyerapan tenaga kerja di sektor ini yang paling cepat di kawasan timur.
(Baca: PDRB Kabupaten Manggarai 2025: Rp6,38 Triliun, Tumbuh 5,09 Persen)
Provinsi Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah berada di urutan ke 5 wilayah pulau Papua dengan peringkat nasional 35, mencatatkan total 5276 pekerja pada tahun terakhir pencatatan. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 1046 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 24,73 persen. Angka pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Papua Barat Daya, dengan nilai total pekerja yang berada 1744 pekerja di bawah catatan Papua Barat Daya pada periode yang sama.
Provinsi Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara menduduki peringkat pertama wilayah pulau Maluku dan peringkat 34 secara nasional, mencatatkan total 6260 pekerja sektor jasa lainnya pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1262 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontraksi pertumbuhan mencapai minus 16,78 persen. Penurunan ini menjadikan Maluku Utara satu-satunya wilayah di kawasan timur Indonesia yang mencatatkan tren negatif untuk indikator ini pada tahun 2025.
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Barat menempati urutan ke 6 wilayah pulau Sulawesi dan peringkat 31 secara nasional, mencatatkan total 8796 pekerja pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara nasional untuk indikator ini dengan angka 66,97 persen, mengalami kenaikan sebesar 3528 pekerja dibandingkan periode tahun sebelumnya. Meskipun berasal dari pulau berbeda, nilai total pekerja Sulawesi Barat hanya berada sedikit di atas catatan Provinsi Papua untuk periode pencatatan yang sama.
Provinsi Kalimantan Utara
Provinsi Kalimantan Utara menduduki urutan ke 5 wilayah pulau Kalimantan dan peringkat 32 secara nasional, mencatatkan total 7265 pekerja sektor jasa lainnya pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1850 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontraksi pertumbuhan mencapai minus 20,3 persen. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar di seluruh Indonesia untuk indikator jumlah pekerja sektor jasa lainnya pada tahun pencatatan 2025.