Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Nias tahun 2025 sebesar 14,51 persen. Angka ini turun sedikit 0,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 21.230 jiwa, berkurang 510 jiwa dari periode sebelumnya. Secara nasional, kabupaten ini menempati urutan ke 91 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Sejak pencatatan tahun 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2007 sebesar 31,75 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 dengan penurunan 20,66 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 10,13 persen.
(Baca: 5,86% Penduduk di Kabupaten Wajo Masuk Kategori Miskin)
Dalam 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Nias sebesar 15,33 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 15,68 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus membaik dalam 10 tahun terakhir, dari peringkat 124 pada tahun 2014 menjadi peringkat 91 pada tahun 2025.
Kota Gunung Sitoli
Menempati urutan ke 99 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 13,85 persen dengan penurunan sebesar 5,91 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.050 jiwa, sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Nias. Garis kemiskinan berada pada angka 521,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 51,84 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nias Barat
Berada di peringkat 42 nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar 22,47 persen dengan penurunan hanya 0,93 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.640 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 564,42 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat hanya mencapai 26,95 juta rupiah per tahun, menjadikannya yang terendah di kelompok wilayah ini.
Kabupaten Nias Selatan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Yahukimo | 2004 - 2025)
Peringkat 71 nasional, persentase kemiskinan tercatat 16,16 persen dengan penurunan 0,98 persen periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.290 jiwa, angka tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan berada pada 428,86 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang terendah di kelompok ini, dengan pendapatan per kapita 24,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nias Utara
Berada di urutan 48 nasional, persentase kemiskinan tercatat 20,79 persen dengan penurunan 3,30 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.650 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 551,43 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 31,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Samosir
Menempati peringkat 182 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 10,79 persen dengan penurunan 7,22 persen periode terakhir, menjadi penurunan terbesar di kelompok wilayah perbandingan. Jumlah penduduk miskin hanya 13.800 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 473,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 44,95 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Peringkat 171 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,03 persen dengan penurunan 6,53 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 46.790 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 546,22 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 36,14 juta rupiah per tahun.