Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Yahukimo tahun 2025 sebesar 30,61 persen. Angka ini turun 3,21 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 5.900 jiwa menjadi total 62.420 jiwa. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 13 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi | 2004 - 2025)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 50,63 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar juga terjadi tahun 2025 yaitu sebesar 9,49 persen. Peringkat nasional sempat berada urutan 2 tahun 2008, lalu bergeser bertahap hingga urutan 13 tahun ini.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Yahukimo sebesar 33,50 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 34,71 persen. Hal ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan berjalan secara konsisten sepanjang lima tahun terakhir. Tidak ditemukan anomali kenaikan signifikan sepanjang periode tiga tahun terakhir.
Kabupaten Jayawijaya
Peringkat 16 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 29,08 persen, memiliki penurunan sedikit lebih besar dibanding Yahukimo yaitu 9,91 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 61.640 jiwa, sedikit lebih rendah. Garis kemiskinan mencapai 913,72 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 42,84 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lanny Jaya
Berada di peringkat 11 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 31,59 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.040 jiwa, lebih tinggi dibanding Yahukimo. Penurunan angka kemiskinan di wilayah ini sebesar 7,42 persen. Garis kemiskinan mencapai 1.019,01 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 13,06 juta rupiah per tahun.
(Baca: PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2025: Rp3844 Miliar, Tumbuh 4,59 Persen)
Kabupaten Mamberamo Tengah
Peringkat 10 nasional persentase kemiskinan dengan nilai 32,20 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 18.810 jiwa, menjadi yang terendah diantara kelompok wilayah ini. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 8,70 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,73 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan tercatat 901,90 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Nduga
Menempati peringkat 8 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 32,89 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 9,34 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 40.290 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 837,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 15,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tolikara
Peringkat 19 nasional persentase kemiskinan dengan nilai 28,75 persen. Penurunan angka kemiskinan tercatat sebesar 7,91 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 45.620 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 861,73 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat merupakan yang terendah di kelompok ini yaitu 9,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Yalimo
Berada pada peringkat 25 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 27,35 persen. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 8,89 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 19.900 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 775,88 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 16,82 juta rupiah per tahun.