Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB sektor Transportasi dan Pergudangan Provinsi Papua sampai kuartal I 2026. Pada periode tersebut, nilai sektor ini tercatat sebesar 1884,4 Rp miliar. Selama 65 periode pengamatan sejak kuartal I 2010, nilai sektor ini mengalami kenaikan total sebesar 132,05% dengan rata-rata pertumbuhan per periode sebesar 2,44%. Untuk kuartal I 2026, terjadi penurunan sebesar 3,41% dibandingkan kuartal sebelumnya.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Utara | 2024)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir sebesar 1,50%, sedangkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir justru tercatat minus 0,03%. Hal ini menunjukkan performa 3 kuartal terakhir lebih baik dibandingkan 5 periode terakhir, meskipun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan historis seluruh periode. Nilai tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada kuartal IV 2023 sebesar 3840,74 Rp miliar, sedangkan nilai terendah berada pada awal periode pengamatan tahun 2010.
Provinsi Papua secara konsisten menempati peringkat pertama di wilayah Pulau Papua selama seluruh periode pengamatan. Untuk kuartal terakhir, peringkat nasional Provinsi Papua berada di urutan 27. Catatan anomali terjadi pada kuartal I 2024 dimana terjadi penurunan sangat dalam sebesar 56,38% dalam satu periode, serta kenaikan tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada kuartal I 2023 dengan pertumbuhan 39,94%.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati urutan 3 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 24 secara nasional pada kuartal terakhir. Nilai PDRB sektor Transportasi dan Pergudangan provinsi ini tercatat sebesar 2381,33 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 2,4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai ini berada 26,27% lebih tinggi dibandingkan nilai Provinsi Papua pada periode yang sama. Pertumbuhan yang tercatat juga lebih stabil jika dibandingkan fluktuasi nilai yang terjadi di wilayah Papua dalam setahun terakhir.
Sulawesi Tengah
Pada posisi peringkat 4 wilayah Pulau Sulawesi dan 25 nasional, Sulawesi Tengah mencatatkan nilai PDRB Transportasi dan Pergudangan sebesar 2174,16 Rp miliar. Terjadi kenaikan sebesar 2,48% dibandingkan periode sebelumnya, angka pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian Sulawesi Tenggara. Nilai sektor ini di Sulawesi Tengah masih berada di atas capaian Provinsi Papua, dengan selisih nilai sekitar 289,76 Rp miliar pada kuartal I 2026.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Kutai Timur 227,28 Ribu dan Angka Pengangguran 6,2 Persen)
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau berada di urutan 9 wilayah Sumatera dan peringkat 26 secara nasional untuk indikator ini. Nilai PDRB sektor Transportasi dan Pergudangan tercatat 1982,65 Rp miliar, dengan pertumbuhan sebesar 1,01% pada kuartal terakhir. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan kedua provinsi di Sulawesi, nilai ini masih berada di atas capaian Provinsi Papua. Selisih nilai antara Kepulauan Riau dengan Papua hanya sebesar 98,25 Rp miliar pada periode yang dicatat.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati urutan 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta peringkat 28 secara nasional. Nilai PDRB Transportasi dan Pergudangan provinsi ini tercatat sebesar 1742,65 Rp miliar, mengalami penurunan sebesar 9,99% dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini merupakan penurunan terbesar diantara seluruh provinsi yang dibandingkan pada periode ini. Nilai ini merupakan satu-satunya nilai yang berada di bawah capaian Provinsi Papua dari seluruh daftar perbandingan.
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung berada di urutan 10 wilayah Sumatera dan peringkat 29 secara nasional. Nilai sektor ini tercatat sebesar 1429,37 Rp miliar, dengan kenaikan sebesar 1,71% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan yang terjadi sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian Kepulauan Riau, namun secara nilai absolut masih berada 24,15% di bawah nilai yang dicapai Provinsi Papua pada kuartal I 2026.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati urutan pertama di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 30 secara nasional. Nilai PDRB Transportasi dan Pergudangan provinsi ini tercatat sebesar 1041,56 Rp miliar, dengan kenaikan sedikit sebesar 0,34% dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini merupakan pertumbuhan terendah diantara seluruh wilayah perbandingan. Secara nilai absolut, Maluku Utara hanya mencatatkan sekitar 55,27% dari nilai PDRB sektor yang sama di Provinsi Papua.