Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Hunian Layak dan Terjangkau Provinsi Jambi tahun 2025 sebesar 68,42 Persen. Sepanjang 11 tahun periode data sejak 2015, nilai indikator ini menunjukkan tren turun secara keseluruhan, dengan penurunan total sebesar 26,35% sejak tahun pertama data. Pada tahun 2025, terjadi kenaikan nilai sebesar 2,21 poin atau pertumbuhan 3,34% dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2025)
Sepanjang catatan historis, nilai tertinggi akses hunian layak Jambi tercatat pada tahun 2017 dengan angka 96,13 Persen, sedangkan titik terendah terjadi pada tahun 2019 dengan nilai hanya 54,78 Persen. Anomali penurunan drastis terjadi pada tahun 2019 yaitu sebesar 41,21 poin atau minus 42,93% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terbesar sepanjang periode data. Setelah titik terendah tersebut, nilai indikator kembali menunjukkan pemulihan bertahap hingga tahun 2025.
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Jambi berada di angka 3,99% per tahun, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya 2,22% per tahun. Hal ini menunjukkan laju pemulihan akses hunian layak di provinsi ini mengalami percepatan dalam tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, nilai tahun 2025 masih berada di bawah rata-rata seluruh periode yang mencapai 74,37 Persen.
Pada tahun 2025, Jambi menempati peringkat 5 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, serta peringkat 20 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera yang tercatat dalam data perbandingan, nilai Jambi tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan Sumatera Selatan yang hanya 65,74 Persen, namun masih lebih rendah dibandingkan Lampung yang mencapai 68,78 Persen. Pertumbuhan tahunan Jambi tahun 2025 sebesar 3,34% berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi perbandingan yang rata-rata menyentuh 6,78%.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 17 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah pulau sendiri untuk indikator akses hunian layak tahun 2025. Nilai akhir tahun ini mencapai 69,15 Persen, mengalami kenaikan sebesar 3,02 poin atau pertumbuhan 4,57% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional untuk indikator yang sama, menjadikan Maluku salah satu wilayah dengan pemulihan akses hunian yang stabil dalam periode terakhir. Nilai ini juga lebih tinggi 0,73 poin dibandingkan capaian Provinsi Jambi pada tahun yang sama.
Banten
Posisi Banten berada di peringkat 18 secara nasional dengan nilai akses hunian layak tahun 2025 sebesar 69,14 Persen. Nilai ini hampir setara dengan capaian Maluku, hanya berbeda 0,01 poin saja. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi kedua diantara seluruh provinsi perbandingan, yaitu sebesar 4,2 poin atau 6,47% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang tinggi ini berhasil mendongkrak posisi Banten satu tingkat lebih baik dibandingkan posisi tahun lalu, dan berada 0,72 poin di atas capaian Jambi tahun 2025.
Lampung
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi | 2004 - 2025)
Lampung menempati peringkat 4 di Pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional pada tahun 2025, dengan nilai akses hunian layak sebesar 68,78 Persen. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,82 poin atau pertumbuhan 4,28% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai provinsi satu pulau dengan Jambi, Lampung berhasil mencatatkan nilai 0,36 poin lebih tinggi serta posisi peringkat satu tingkat lebih baik dibandingkan Jambi pada periode tahun yang sama. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir Lampung juga tercatat lebih tinggi 0,8 poin dibandingkan Jambi.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan peringkat 21 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan untuk tahun 2025. Nilai akses hunian layak provinsi ini tercatat sebesar 66,44 Persen, mengalami kenaikan tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan yaitu sebesar 6,52 poin atau pertumbuhan 10,88% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun nilai absolutnya masih 1,98 poin di bawah capaian Jambi, laju pertumbuhan yang sangat tinggi ini berpotensi mendongkrak posisi Kalimantan Tengah melewati Jambi pada tahun berikutnya.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati peringkat 22 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi pada tahun 2025. Nilai indikator akses hunian layak provinsi ini tercatat sebesar 66,28 Persen, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10,56% atau naik 6,33 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sama seperti Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat mencatatkan laju pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laju pertumbuhan Jambi tahun 2025, meskipun nilai absolutnya masih berada 2,14 poin di bawah capaian Jambi.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan berada di peringkat 23 secara nasional dan peringkat 6 di Pulau Sumatera untuk indikator akses hunian layak tahun 2025. Nilai akhir tahun ini tercatat sebesar 65,74 Persen, mengalami kenaikan sebesar 2,53 poin atau pertumbuhan 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai provinsi tetangga satu pulau, Sumatera Selatan memiliki capaian 2,68 poin lebih rendah dibandingkan Jambi, serta menempati posisi peringkat satu tingkat di bawah Jambi pada daftar nasional tahun 2025.