Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kamar hotel berbintang di Provinsi Maluku Utara pada akhir tahun 2025 mencapai 1133 unit. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang catatan historis data sejak tahun 2003. Sepanjang 22 tahun periode pencatatan, data menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 3,99 persen. Pada tahun 2025 terjadi penambahan sebanyak 284 unit kamar dibandingkan tahun sebelumnya, atau tumbuh sebesar 33,45 persen.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Naik Menuju Level 277,8 Pound (Senin, 29 Juni 2026))
Pertumbuhan tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang berada di angka 17,12 persen, juga lebih baik dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang sebesar 15,06 persen. Sepanjang catatan historis, nilai terendah terjadi pada tahun 2007 dengan jumlah kamar hanya 35 unit, sementara lonjakan pertumbuhan tertinggi pernah tercatat pada tahun 2009 dengan pertumbuhan 443,18 persen. Selama periode pencatatan, tercatat 12 kali periode pertumbuhan positif, 7 kali penurunan dan 2 kali kondisi stagnan.
Posisi Maluku Utara di kawasan Pulau Maluku secara konsisten menempati peringkat 2 sepanjang seluruh tahun pencatatan, tanpa perubahan peringkat sejak 2003. Secara nasional, pada tahun 2025 provinsi ini menempati peringkat 31 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai jumlah kamar 1133 unit pada tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode historis yang hanya sebesar 380,5 unit.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatat jumlah kamar hotel berbintang akhir periode sebesar 1782 unit, menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Sulawesi serta peringkat 28 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 22,47 persen pada periode terakhir, dengan penambahan sebanyak 327 unit kamar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total kamar di Sulawesi Tengah tercatat 57,2 persen lebih besar dibandingkan nilai Maluku Utara pada periode yang sama, menjadi salah satu provinsi di kawasan timur dengan pertumbuhan akomodasi positif yang stabil.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya tercatat memiliki 1473 unit kamar hotel berbintang pada periode terakhir, menempati peringkat 2 di kawasan Pulau Papua dan peringkat 29 secara nasional. Meskipun nilai absolut kamarnya masih lebih tinggi dibanding Maluku Utara, provinsi ini justru mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 43,93 persen pada periode terakhir, dengan pengurangan sebanyak 1154 unit kamar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang terbesar diantara seluruh provinsi yang dibandingkan dalam data ini.
Bengkulu
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Turun Menuju Level US$16.640 /Ton (Senin, 29 Juni 2026))
Bengkulu yang berada di wilayah Pulau Sumatera tercatat memiliki 1192 unit kamar hotel berbintang pada periode terakhir, menempati peringkat 10 di Pulau Sumatera serta peringkat 30 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan positif sedikit sebesar 11,61 persen pada periode terakhir, dengan penambahan 124 unit kamar. Nilai total kamar Bengkulu hanya terpaut 59 unit saja di atas nilai Maluku Utara pada tahun 2025, menjadikan kedua provinsi ini memiliki kapasitas akomodasi hotel berbintang yang hampir setara.
Papua Tengah
Papua Tengah mencatatkan jumlah kamar hotel berbintang sebesar 929 unit pada periode terakhir, menempati peringkat 3 di kawasan Pulau Papua serta peringkat 32 secara nasional. Provinsi ini mengalami penurunan yang cukup besar sebesar 49,81 persen pada periode terakhir, dengan pengurangan sebanyak 922 unit kamar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai kamar di Papua Tengah tercatat 18 persen lebih rendah dibandingkan jumlah kamar Maluku Utara tahun 2025, sekaligus menjadi satu-satunya provinsi Papua yang nilainya berada dibawah Maluku Utara.
Papua Barat
Papua Barat tercatat memiliki 695 unit kamar hotel berbintang pada periode terakhir, menempati peringkat 4 di kawasan Pulau Papua dan peringkat 33 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,6 persen pada periode terakhir, dengan penambahan sebanyak 104 unit kamar dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun mencatatkan pertumbuhan positif, nilai total kamar di provinsi ini tercatat hanya sekitar 61 persen dari total kamar yang dimiliki Maluku Utara pada tahun 2025.
Gorontalo
Gorontalo yang berada di wilayah Pulau Sulawesi mencatatkan 672 unit kamar hotel berbintang pada periode terakhir, menempati peringkat 5 di Pulau Sulawesi serta peringkat 34 atau posisi terbawah secara nasional. Provinsi ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,18 persen pada periode terakhir, dengan pengurangan sebanyak 15 unit kamar. Nilai total kamar di Gorontalo tercatat hanya sekitar 59 persen dari jumlah kamar milik Maluku Utara tahun 2025, menjadikannya provinsi dengan kapasitas kamar hotel berbintang terkecil diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam perbandingan data.