Polda Metro Jaya merilis data Jumlah Kendaraan Khusus untuk Provinsi Gorontalo per tanggal 12 Mei 2026. Data historis harian menunjukkan nilai tercatat 698 Unit pada hari terakhir. Selama periode pencatatan, total terjadi penurunan kumulatif sebesar 16 Unit dari nilai awal 714 Unit pada Mei 2023. Penurunan terjadi secara bertahap dengan interval rata-rata 1 Unit setiap 2-3 bulan, tanpa terjadi kenaikan angka sama sekali sepanjang seluruh periode data.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Pada 5 hari terakhir pencatatan, nilai kendaraan khusus Gorontalo stagnan di angka 698 Unit, tanpa ada perubahan nilai sama sekali. Rata-rata 3 hari terakhir juga mencatat nilai identik 698 Unit, sehingga tidak ada perbedaan pertumbuhan antara periode 3 dan 5 hari terakhir. Penurunan terbesar dalam riwayat data terjadi pada awal November 2025 dengan penurunan sebesar 4 Unit dalam satu hari.
Untuk ranking wilayah, per tanggal 12 Mei 2026 Gorontalo menempati urutan ke-3 di wilayah Pulau Sulawesi, dan urutan ke-25 secara nasional se-Indonesia. Ranking ini tidak berubah dibandingkan 5 hari sebelumnya. Dibandingkan provinsi lain di Sulawesi, nilai Gorontalo berada 177 Unit di bawah Sulawesi Tengah yang menempati urutan pertama Sulawesi, dan 3 Unit di atas Sulawesi Utara.
Sejak penurunan 4 Unit pada 04 November 2025, nilai tidak pernah mengalami kenaikan sama sekali dan bertahan stagnan di angka 698 Unit hingga hari pencatatan terakhir 12 Mei 2026. Selama lebih dari 6 bulan terakhir tidak ada perubahan angka sama sekali untuk indikator ini di Gorontalo. Tidak ditemukan kenaikan angka sama sekali pada seluruh catatan historis data ini.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat teratas untuk indikator Jumlah Kendaraan Khusus di wilayah Pulau Sulawesi, dengan nilai terakhir tercatat 972 Unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,21% pada hari terakhir, dengan kenaikan sebesar 2 Unit dibandingkan hari sebelumnya. Secara nasional, Sulawesi Tengah berada di peringkat 23, menjadi provinsi dengan nilai tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat pada data perbandingan. Nilai wilayah ini 39% lebih tinggi dibandingkan nilai Gorontalo pada periode yang sama.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tajikistan 2015 - 2024)
Bengkulu
Provinsi Bengkulu tercatat memiliki nilai Jumlah Kendaraan Khusus sebesar 699 Unit pada hari terakhir, dengan pertumbuhan 0% atau tidak ada perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Wilayah Sumatera ini menempati peringkat ke-8 di pulau asalnya, dan peringkat 24 secara nasional. Nilai Bengkulu hanya terpaut 1 Unit di atas nilai Provinsi Gorontalo pada periode pencatatan yang sama, menjadikan kedua provinsi ini memiliki nilai yang hampir identik.
Papua
Provinsi Papua mencatat nilai Jumlah Kendaraan Khusus sebesar 699 Unit pada hari terakhir, mengalami penurunan sedikit sebesar 2 Unit dengan persentase pertumbuhan minus 0,29% dibandingkan hari sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ke-2 di Pulau Papua, dan peringkat 24 secara nasional. Nilai Papua sama persis dengan nilai Provinsi Bengkulu, dan hanya terpaut 1 Unit di atas Gorontalo. Pertumbuhan negatif ini menjadi satu-satunya penurunan nilai yang tercatat pada data perbandingan hari terakhir.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara tercatat memiliki nilai Jumlah Kendaraan Khusus sebesar 695 Unit pada hari terakhir, tanpa ada perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ke-4 di Pulau Sulawesi, dan peringkat 27 secara nasional. Nilai Sulawesi Utara berada 3 Unit di bawah nilai Provinsi Gorontalo pada periode pencatatan yang sama, menjadikan Gorontalo satu tingkat di atas Sulawesi Utara dalam ranking wilayah Sulawesi.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau mencatat nilai Jumlah Kendaraan Khusus sebesar 614 Unit pada hari terakhir, tanpa ada perubahan nilai sama sekali selama dua hari pencatatan terakhir. Wilayah Sumatera ini menempati urutan terbawah ke-9 di pulau asalnya, dan peringkat 28 secara nasional. Nilai Kepulauan Riau menjadi yang terendah diantara seluruh provinsi yang tercatat pada data perbandingan, terpaut 84 Unit di bawah nilai Gorontalo pada periode yang sama.