Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kalimantan Barat periode semester II tahun 2025 sebesar 0,73 persen. Nilai ini merupakan titik terendah sepanjang catatan historis sejak 2007, menurun sebesar 0,13 poin atau 15,12 persen dibandingkan semester sebelumnya. Selama 32 periode pengamatan, indeks ini tercatat mengalami tren konsisten turun dengan total penurunan mencapai 59,22 persen dari nilai awal 1,79 persen pada tahun 2007.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2025)
Rata-rata penurunan indeks selama 3 semester terakhir mencapai 5,02 persen per periode, sedangkan rata-rata penurunan selama 5 semester terakhir tercatat sebesar 7,59 persen. Hal menunjukkan percepatan penurunan indeks kedalaman kemiskinan pada periode terbaru berjalan lebih baik dibandingkan rata-rata 5 semester sebelumnya. Kenaikan tertinggi indeks pernah terjadi pada semester I tahun 2012 sebesar 18,10 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada semester I tahun 2014 sebesar 24,62 persen.
Untuk posisi peringkat, Kalimantan Barat pada semester II 2025 menempati urutan ke 2 dari seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, serta berada di peringkat 31 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain dalam pulau yang sama, Kalimantan Tengah mencatatkan nilai indeks lebih rendah yaitu 0,61 persen dengan penurunan 26,51 persen pada periode yang sama, menempati urutan 3 tingkat pulau dan peringkat 33 nasional.
Riau
Provinsi Riau menempati peringkat 8 tingkat pulau Sumatera dan peringkat 29 nasional untuk Indeks Kedalaman Kemiskinan semester terakhir. Nilai indeks tercatat sebesar 0,79 persen, mengalami penurunan sebesar 9,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini berada di atas catatan Kalimantan Barat, dengan laju penurunan indeks yang lebih lambat dibandingkan rata-rata penurunan yang terjadi di Kalimantan Barat pada periode yang sama.
Maluku Utara
Maluku Utara mencatatkan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 0,75 persen pada semester terakhir, menempati urutan ke 2 tingkat Pulau Maluku dan peringkat 30 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 21,05 persen dibandingkan semester sebelumnya, merupakan penurunan terbesar kedua dibandingkan seluruh wilayah pada data perbandingan. Nilai indeks wilayah ini hanya berbeda sedikit 0,02 poin di atas nilai Kalimantan Barat pada periode yang sama.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Langkat | 2004 - 2025)
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 0,65 persen dan menempati peringkat 9 tingkat Pulau Sumatera serta peringkat 32 nasional. Pada semester terakhir, indeks di wilayah ini tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen. Nilai indeks ini berada di bawah catatan Kalimantan Barat, namun tidak terjadi perbaikan sama sekali pada periode pengamatan terbaru.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 0,61 persen pada semester terakhir, menempati urutan ke 3 tingkat Pulau Kalimantan dan peringkat 33 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 26,51 persen dibandingkan semester sebelumnya, merupakan penurunan terbesar diantara seluruh wilayah pada data perbandingan. Nilai indeks ini menjadi yang terendah di wilayah Pulau Kalimantan pada periode semester II tahun 2025.
Kep. Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 10 tingkat Pulau Sumatera dan peringkat 34 nasional sebagai wilayah dengan nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan terendah pada data perbandingan, yaitu sebesar 0,60 persen. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 13,04 persen dibandingkan periode sebelumnya. Laju penurunan indeks di wilayah ini sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata penurunan 3 semester terakhir yang terjadi di Kalimantan Barat.