Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Langkat Sumatera Utara semester tahun 2025 sebesar 8,42 persen. Angka ini turun 0,62 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 9,04 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6.260 jiwa menjadi total 90.280 jiwa.
(Baca: Statistik PDRB ADHB Sektor Tanaman Hortikultura Periode 2013-2025)
Sepanjang catatan data 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2005 sebesar 20,98 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini, dengan penurunan tahunan terbesar terjadi tahun 2008 sebesar 18,76 persen sedangkan kenaikan tahunan terbesar terjadi tahun 2015 sebesar 13,11 persen.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Langkat berada di urutan 271 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Peringkat wilayah ini sempat berada di urutan 168 pada tahun 2004, kemudian perlahan bergeser sejak tahun 2007 sampai posisi saat ini. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 8,90 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 9,18 persen.
Kabupaten Batu Bara
Berada di peringkat 213 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,1 persen dengan penurunan tahunan sebesar 7,68 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 44.280 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 613,49 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 115,74 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 6,98 persen.
Kabupaten Labuhan Batu Utara
Memiliki persentase kemiskinan sama persis dengan Kabupaten Langkat yaitu 8,42 persen, berada di peringkat 271 nasional. Penurunan angka kemiskinan tahunan tercatat 6,24 persen, dengan total penduduk miskin 32.090 jiwa. Garis kemiskinan wilayah sebesar 629,87 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 95,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mandailing Natal
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sukabumi | 2004 - 2025)
Peringkat 291 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,91 persen dengan penurunan tahunan terbesar di kelompok wilayah ini yaitu 8,98 persen. Total penduduk miskin mencapai 37.160 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 537,24 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah sebesar 42,93 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 6,97 persen.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Berada di urutan 286 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,04 persen dengan penurunan tahunan mencapai 10,37 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini tercatat 24.800 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 519,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,39 juta rupiah per tahun.
Kota Sibolga
Peringkat 207 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,28 persen dengan penurunan tahunan sebesar 9,75 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat hanya 9.020 jiwa, menjadi yang terkecil di kelompok wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan 637,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 82,12 juta rupiah per tahun.
Kota Tebing Tinggi
Berada di urutan 258 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,74 persen dengan penurunan sedikit tahunan hanya 0,57 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.360 jiwa, garis kemiskinan wilayah merupakan yang tertinggi di kelompok ini yaitu 691,27 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 45,17 juta rupiah per tahun.