Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lumajang semester 2025 sebesar 8,60 persen. Angka ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 8,65 persen, dengan penurunan pertumbuhan turun 0,58 persen. Total penduduk miskin di wilayah ini saat ini berjumlah 90.640 jiwa, turun 410 jiwa dari catatan tahun lalu.
(Baca: Bulan Juni, Inflasi Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Toli Toli Sebesar 5%)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2007 sebesar 20,09 persen. Sedangkan angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 5,65 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2022 turun 9,85 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Lumajang secara nasional saat ini berada di urutan 265 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kurun 20 tahun terakhir, ranking nasional wilayah ini mengalami pergeseran dari posisi 186 tahun 2004, dan mengalami pergerakan turun dan naik secara bertahap setiap periode data.
Dari catatan 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 8,73 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 9,01 persen. Angka tahun 2025 ini menunjukkan posisi yang lebih rendah dibanding kedua rata-rata periode tersebut.
Kabupaten Blitar
Berada pada ranking 303 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 7,57 persen dengan penurunan sebesar 7,23 persen dibanding tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 89.040 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 417,16 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,20 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 6,32 persen.
Kabupaten Jember
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 263, dengan angka kemiskinan 8,67 persen dan penurunan tahunan sebesar 3,77 persen. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbesar di kelompok perbandingan yaitu sebesar 216.760 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 474,90 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat 42,36 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamuju Tengah | 2015 - 2025)
Kabupaten Jombang
Persentase kemiskinan tercatat 8,36 persen dengan ranking nasional 275, mengalami penurunan sebesar 2,79 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin berada di angka 107.820 jiwa, garis kemiskinan wilayah ini sebesar 532,05 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 42,36 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,09 persen tahunan.
Kabupaten Malang
Berada pada urutan 256 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 8,78 persen dengan penurunan tahunan 2,23 persen. Total penduduk miskin mencapai 235.630 jiwa, menjadi jumlah terbesar kedua di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 436,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 54,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mojokerto
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 255, mencatat angka kemiskinan 8,79 persen dengan penurunan sebesar 6,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 102.670 jiwa, garis kemiskinan 526,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 105,45 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,59 persen.
Kabupaten Pasuruan
Persentase kemiskinan tercatat 8,21 persen dengan ranking nasional 281, mengalami penurunan tahunan sebesar 4,87 persen. Jumlah penduduk miskin berada di angka 138.430 jiwa, garis kemiskinan wilayah sebesar 464,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 131,06 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi di seluruh kelompok perbandingan.