Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Penyediaan Makan Minum Provinsi Kalimantan Selatan pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 3295,56 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan hanya terjadi 1 kali penurunan selama 16 tahun pengamatan. Pada tahun 2025, pertumbuhan sektor ini tercatat 11,67 persen, angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah dicatat sepanjang periode data.
(Baca: Statistik Angka Melek Huruf Usia Lebih dari 15 Periode 2013-2025)
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sektor ini di Kalimantan Selatan mencapai 9,67 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang berada di angka 8,18 persen, serta jauh di atas rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode sebesar 6,82 persen. Satu-satunya penurunan yang terjadi tercatat pada tahun 2020 dengan penurunan sebesar 1,72 persen, menjadi titik terendah pertumbuhan sepanjang catatan data.
Dalam lingkup Pulau Kalimantan, peringkat Kalimantan Selatan untuk sektor ini berhasil naik dari peringkat 3 menjadi peringkat 2 sejak tahun 2020 dan bertahan hingga tahun 2025. Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat 13 se-Indonesia pada tahun 2025, posisi ini tidak berubah selama 5 tahun terakhir. Selisih kenaikan nilai tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya mencapai 344,44 Rp miliar, menjadi kenaikan nilai absolut terbesar sepanjang sejarah data.
Kalimantan Timur
Pada urutan pertama di Pulau Kalimantan dan peringkat 10 nasional, Kalimantan Timur mencatat nilai PDRB sektor makan minum sebesar 5449,5 Rp miliar pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 15,65 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh provinsi yang dibandingkan, dengan selisih kenaikan nilai tahunan mencapai 737,37 Rp miliar. Nilai sektor ini di Kalimantan Timur hampir 1,65 kali lipat lebih besar dibandingkan nilai yang dicapai Kalimantan Selatan pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Menduduki peringkat 11 nasional, Sulawesi Selatan mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor penyediaan makan minum sebesar 5257,78 Rp miliar pada tahun terakhir data. Sektor di wilayah ini tumbuh sebesar 8,07 persen tahunan, dengan selisih penambahan nilai tahunan mencapai 392,48 Rp miliar. Meskipun berada di pulau berbeda, nilai sektor ini di Sulawesi Selatan masih berada di atas capaian Kalimantan Selatan, dengan selisih nilai mencapai hampir 1962 Rp miliar.
Lampung
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Berada di peringkat 12 nasional dan peringkat 3 wilayah Sumatera, Lampung mencatatkan nilai PDRB sektor makan minum sebesar 4824 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan sektor ini di Lampung tercatat 8,13 persen, dengan penambahan nilai tahunan sebesar 362,9 Rp miliar. Posisi Lampung berada satu peringkat di atas Kalimantan secara nasional, dengan selisih nilai sektor mencapai lebih dari 1528 Rp miliar dibandingkan capaian Kalimantan Selatan.
Kalimantan Barat
Menduduki peringkat 3 di Pulau Kalimantan serta peringkat 14 nasional, Kalimantan Barat mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor penyediaan makan minum sebesar 2835,52 Rp miliar pada tahun terakhir. Sektor ini tumbuh sebesar 3,69 persen secara tahunan, angka pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian Kalimantan Selatan pada periode yang sama. Nilai sektor di Kalimantan Barat tercatat 460,04 Rp miliar lebih kecil dibandingkan capaian Kalimantan Selatan tahun 2025.
Aceh
Berada di peringkat 4 wilayah Sumatera dan peringkat 15 nasional, Aceh mencatatkan nilai PDRB sektor makan minum sebesar 2227,43 Rp miliar pada tahun 2025. Sektor ini tumbuh sebesar 5,36 persen secara tahunan, dengan penambahan nilai tahunan sebesar 113,24 Rp miliar. Posisi Aceh berada dua peringkat di bawah Kalimantan Selatan secara nasional, dengan selisih nilai sektor mencapai lebih dari 1068 Rp miliar dibandingkan capaian Kalimantan Selatan.
Kep. Riau
Menduduki peringkat 5 wilayah Sumatera dan peringkat 16 nasional, Kepulauan Riau mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor penyediaan makan minum sebesar 2206,5 Rp miliar pada tahun terakhir data. Sektor ini tumbuh sebesar 6,79 persen secara tahunan, dengan penambahan nilai tahunan sebesar 140,21 Rp miliar. Posisi Kepulauan Riau berada tiga peringkat di bawah Kalimantan Selatan secara nasional, dengan selisih nilai sektor mencapai hampir 1089 Rp miliar dibandingkan capaian Kalimantan Selatan tahun 2025.