GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 11.476 kasus per Kamis, 09 Juni 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 29 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 0,25 persen.
(Baca: Pertamina Catat Laba Rp29,3 Triliun pada 2021)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan kedua di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Thailand sebanyak 12.065 kasus.
Menyusul Malaysia dengan pertumbuhan jumlah kasus Omicron secara mingguan mencapai 12,67 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan 10.748 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah kasus Omicron terlihat naik 0,01 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 10.747 jiwa.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-4 di Asia)
Berikutnya, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 6.578 kasus (naik 5,67%), Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 2.138 kasus (angka ini tidak ada perubahan dari sebelumnya) dan Filipina dengan jumlah kasus Omicron 2.066 kasus (naik 2,73%)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 4,1 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 4 juta kasus.