Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Maluku Utara pada tahun 2024 mencapai Rp 41,33 miliar. Data historis menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun 2010 hingga 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan peningkatan sebesar 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2022-2024) yang sebesar 7,85%. Jika dibandingkan 5 tahun terakhir, pertumbuhan PDRB ADHB sektor ini juga lebih baik.
Secara historis, pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2017 sebesar 6,81%. Namun, secara keseluruhan, PDRB ADHB sektor ini di Maluku Utara menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2024, menunjukkan performa yang kuat di sektor ini. Pada tahun 2014 sempat ada anomali pertumbuhan yang mencapai 16.61%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2015 - 2024)
Pada tahun 2024, Maluku Utara menempati peringkat ke-2 di pulau Maluku untuk sektor PDRB ADHB Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Secara nasional, Maluku Utara berada di peringkat ke-33.
Berdasarkan data perbandingan, berikut adalah kondisi PDRB ADHB sektor serupa di beberapa provinsi lain:
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan nilai PDRB ADHB sebesar Rp 76,06 miliar, menempatkannya di peringkat ke-3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta peringkat ke-30 secara nasional. Pertumbuhan sektor ini di NTT sebesar 5,36%, dengan selisih nilai sebesar Rp 3,87 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya memiliki nilai PDRB ADHB sebesar Rp 62,20 miliar, menduduki peringkat ke-2 di wilayah Papua dan peringkat ke-31 secara nasional. Pertumbuhan sektor ini mencapai 11,03%, dengan peningkatan nilai sebesar Rp 6,18 miliar dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding NTT.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Keuangan Lainnya Periode 2013-2024)
Papua Barat
Papua Barat mencatatkan PDRB ADHB sebesar Rp 52,22 miliar, menduduki peringkat ke-3 di wilayah Papua dan peringkat ke-32 secara nasional. Sektor ini tumbuh sebesar 9,8%, dengan peningkatan nilai sebesar Rp 4,66 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo memiliki nilai PDRB ADHB sebesar Rp 31 miliar, menempati peringkat ke-6 di wilayah Sulawesi dan peringkat ke-34 secara nasional. Pertumbuhan sektor ini sebesar 6,16%, dengan peningkatan nilai sebesar Rp 1,8 miliar dari tahun sebelumnya.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan PDRB ADHB sebesar Rp 21,20 miliar, menempati peringkat ke-10 di wilayah Sumatera dan peringkat ke-35 secara nasional. Pertumbuhan sektor ini mencapai 10,13%, dengan peningkatan nilai sebesar Rp 1,95 miliar dari tahun sebelumnya.
Papua Selatan
Papua Selatan memiliki nilai PDRB ADHB sebesar Rp 19,86 miliar, menempati peringkat ke-4 di wilayah Papua dan peringkat ke-36 secara nasional. Pertumbuhan sektor ini sebesar 6,03%, dengan peningkatan nilai sebesar Rp 1,13 miliar dari tahun sebelumnya.