Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tamu Indonesia di hotel nonbintang di Sulawesi Selatan pada tahun 2024 sebanyak 1.117.023 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,12% dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1.158.517 orang, jumlah tamu pada tahun 2024 lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 1.188.275 orang, jumlah tamu tahun 2024 juga lebih rendah.
Pertumbuhan jumlah tamu di Sulawesi Selatan cenderung fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, terjadi kenaikan signifikan sebesar 183,62%, diikuti penurunan 18,38% pada tahun 2022, kemudian naik lagi 13,99% pada tahun 2023, dan terakhir sedikit turun 5,12% di tahun 2024. Kenaikan tertinggi dalam periode tersebut terjadi pada tahun 2021, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2024. Anomali terjadi pada tahun 2020 dimana terjadi penurunan sangat dalam turun 75,48%.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri Lebih dari atau Setara S1 Periode 2017-2024)
Secara peringkat di pulau Sulawesi, Sulawesi Selatan tetap berada di posisi pertama dengan jumlah tamu terbanyak. Secara nasional, Sulawesi Selatan berada di peringkat ke-11.
Kenaikan tertinggi jumlah tamu di hotel nonbintang di Sulawesi Selatan dari tahun 2003 hingga 2024 terjadi pada tahun 2012 dengan pertumbuhan 83,07%. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan -75,48%. Penurunan pada tahun 2020 merupakan anomali yang signifikan dibandingkan tahun-tahun lainnya.
Dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelum 2020 (2015-2019) yang menunjukkan angka stabil dengan pertumbuhan positif, penurunan drastis di tahun 2020 mengindikasikan adanya faktor eksternal yang sangat mempengaruhi sektor pariwisata, kemungkinan besar adalah pandemi COVID-19.
Riau
Provinsi Riau menduduki peringkat ke-8 secara nasional. Dengan jumlah tamu mencapai 1.580.400 orang, Riau mencatatkan pertumbuhan sebesar 36,07%. Nilai ini jauh di atas pertumbuhan rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan peningkatan signifikan dalam sektor pariwisata hotel nonbintang di Riau dibandingkan daerah lain.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Konstruksi di Periode 2015-2024)
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat berada di peringkat ke-9 secara nasional. Jumlah tamu di Kalimantan Barat mencapai 1.239.819 orang. Pertumbuhannya sebesar 8,3%, menunjukkan peningkatan yang moderat dan stabil. Nilai ini menempatkan Kalimantan Barat sebagai salah satu destinasi yang cukup berkembang di sektor ini.
Lampung
Lampung menduduki peringkat ke-10 secara nasional. Jumlah tamu mencapai 1.157.677 orang, dengan pertumbuhan 10,35%. Angka ini menunjukkan bahwa Lampung terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, meskipun tidak sepesat Riau.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan berada di peringkat ke-12 secara nasional. Jumlah tamu di Sumatera Selatan tercatat sebanyak 1.012.646 orang. Dengan pertumbuhan sebesar 12,87%, Sumatera Selatan menunjukkan tren positif dalam menarik wisatawan ke hotel nonbintang. Hal ini menunjukkan potensi pariwisata yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Kep. Riau
Kepulauan Riau berada di peringkat ke-13 secara nasional. Jumlah tamu mencapai 943.004 orang. Pertumbuhannya sebesar 3,58%, angka ini relatif stabil. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Kepulauan Riau memiliki daya tarik tersendiri yang mampu mempertahankan jumlah kunjungan wisatawan.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menduduki peringkat ke-14 secara nasional. Dengan jumlah tamu 851.752 orang, pertumbuhan sebesar 17,52%. Peningkatan ini menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan pariwisata yang cukup baik, menunjukkan adanya upaya yang berhasil dalam menarik wisatawan ke wilayah ini.