Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) perempuan DI Yogyakarta pada akhir tahun 2025 mencapai 9,93 tahun. Selama 16 periode pengamatan sejak 2010, data historis menunjukkan indikator ini terus mengalami kenaikan tanpa pernah turun atau stagnan sekali pun. Dari nilai awal 7,77 tahun pada 2010, terjadi peningkatan total sebesar 27,8 persen selama 15 tahun, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 1,65 persen per tahun.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Mauritania 2024)
Kenaikan tertinggi sepanjang catatan terjadi pada tahun 2025, dengan penambahan sebesar 0,3 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, atau tumbuh sebesar 3,12 persen. Angka pertumbuhan tahun 2025 ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang hanya 1,67 persen, juga lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 1,63 persen. Kenaikan terendah terjadi pada tahun 2023, dengan pertumbuhan hanya sebesar 0,63 persen atau penambahan 0,06 tahun dari tahun sebelumnya.
Sepanjang periode 2010 hingga 2024, DI Yogyakarta secara konsisten menempati peringkat ke-2 untuk indikator ini di lingkup Pulau Jawa. Pada tahun 2025, posisi ini tetap bertahan di urutan 2 Pulau Jawa, namun peringkat nasional mengalami peningkatan signifikan dari urutan ke-8 pada tahun 2024 menjadi urutan ke-5 secara nasional. Nilai RLS perempuan Yogyakarta pada 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata seluruh periode pengamatan.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati peringkat pertama nasional dan peringkat pertama Pulau Jawa untuk indikator Rata-Rata Lama Sekolah perempuan tahun 2025 dengan nilai tercatat 11,31 tahun. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,07 persen pada tahun berjalan, dengan penambahan 0,12 tahun dibandingkan tahun 2024. Nilai ini berada 1,38 tahun di atas angka yang dicapai DI Yogyakarta pada periode yang sama, dengan selisih pertumbuhan tahunan sebesar 2,05 persen lebih rendah dibanding pertumbuhan Yogyakarta di tahun 2025.
Kepulauan Riau
Peringkat kedua nasional dipegang oleh Kepulauan Riau dengan nilai RLS perempuan tahun 2025 sebesar 10,58 tahun. Wilayah Sumatera ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,83 persen pada tahun berjalan, dengan penambahan 0,19 tahun dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Meskipun masih berada di atas nilai Yogyakarta, tingkat pertumbuhan Kepulauan Riau masih lebih rendah dibanding lonjakan pertumbuhan yang dicapai Yogyakarta pada tahun 2025.
(Baca: 106,3% Penduduk di Kabupaten Padang Pariaman Beragama Islam)
Maluku
Maluku menempati urutan ketiga nasional untuk indikator ini pada tahun 2025 dengan nilai tercatat 10,48 tahun. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,64 persen pada tahun berjalan, menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua secara nasional setelah DI Yogyakarta. Penambahan lama sekolah perempuan di Maluku mencapai 0,27 tahun selama satu tahun periode, hanya terpaut 0,03 tahun dibanding penambahan yang dicapai Yogyakarta pada tahun yang sama.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara berada di peringkat keempat nasional dengan nilai Rata-Rata Lama Sekolah perempuan tahun 2025 sebesar 10,04 tahun. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,70 persen pada tahun berjalan, dengan penambahan hanya sebesar 0,07 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini hanya terpaut 0,11 tahun di atas angka yang dicapai DI Yogyakarta, menjadikan Yogyakarta berpotensi melampaui wilayah ini pada periode berikutnya apabila tren pertumbuhan tetap terjaga.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menutup daftar 5 besar nasional pada tahun 2025 dengan nilai 9,93 tahun dan pertumbuhan tahunan tertinggi di kelima provinsi teratas yaitu sebesar 3,12 persen. Sebagai peringkat kedua di Pulau Jawa, wilayah ini mencatatkan penambahan 0,3 tahun selama satu tahun periode, penambahan terbesar dibandingkan seluruh provinsi yang masuk dalam jajaran lima besar nasional pada tahun yang sama.