Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin wilayah perdesaan Provinsi Banten pada semester Maret 2026 mencapai 140.630 jiwa. Angka ini merupakan titik terendah sepanjang catatan historis sejak Desember 2007, dimana pada periode awal pencatatan jumlah penduduk miskin perdesaan Banten tercatat 486.800 jiwa. Secara total selama 19 tahun pencatatan terjadi penurunan sebesar 71,11 persen dari nilai awal.
(Baca: 22,47% Penduduk di Kabupaten Nias Barat Masuk Kategori Miskin)
Selama 33 periode semester tercatat, terdapat 22 periode penurunan angka dan 10 periode kenaikan. Rata-rata penurunan seluruh periode mencapai 3,51 persen per semester, namun pada 3 semester terakhir penurunan terjadi lebih cepat dengan rata-rata 6,06 persen. Angka ini juga lebih tajam dibandingkan rata-rata penurunan 5 semester terakhir yang tercatat 6,87 persen. Kenaikan tertinggi pernah terjadi pada Maret 2020 sebesar 12,22 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada Maret 2023 sebesar 16,64 persen.
Sepanjang seluruh periode pencatatan, Banten secara konsisten menempati urutan ke 4 jumlah penduduk miskin perdesaan tertinggi di wilayah Pulau Jawa. Untuk periode Maret 2026, Banten menempati peringkat 20 secara nasional. Sepanjang 5 semester terakhir, peringkat nasional Banten bergerak di kisaran peringkat 18 hingga 21 tanpa pergeseran posisi yang signifikan antar periode semester.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 3 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 17 secara nasional untuk semester terakhir, dengan jumlah penduduk miskin perdesaan mencapai 217.380 jiwa. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit naik sebesar 1,45 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penambahan sebanyak 3.110 jiwa. Angka ini berada di atas catatan Banten, dan menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mencatat pertumbuhan positif pada periode terakhir.
Sumatera Barat
Sumatera Barat tercatat menempati urutan 6 di Pulau Sumatera dan peringkat 18 nasional, dengan jumlah penduduk miskin perdesaan semester terakhir sebesar 192.460 jiwa. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 2,36 persen atau berkurang sebanyak 4.660 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Angka penduduk miskin di wilayah ini masih berada 51.830 jiwa di atas angka yang tercatat untuk Provinsi Banten pada periode yang sama.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sumedang | 2004 - 2025)
Bengkulu
Bengkulu berada di peringkat 7 wilayah Sumatera dan peringkat 19 secara nasional, dengan catatan jumlah penduduk miskin perdesaan 158.620 jiwa pada semester terakhir. Wilayah ini mencatat kenaikan sedikit sebesar 1,88 persen atau bertambah 2.930 jiwa dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini hanya terpaut 17.990 jiwa di atas catatan penduduk miskin perdesaan Banten, menjadi wilayah dengan angka paling dekat dengan Banten dalam daftar perbandingan.
Jambi
Jambi menempati urutan 8 di wilayah Pulau Sumatera serta peringkat 21 secara nasional, dengan jumlah penduduk miskin perdesaan tercatat 137.570 jiwa pada semester terakhir. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 4,07 persen atau berkurang sebanyak 5.840 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Angka ini menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang memiliki jumlah penduduk miskin perdesaan lebih rendah dibandingkan Provinsi Banten.
Papua
Papua tercatat berada di peringkat 3 wilayah Pulau Papua dan peringkat 22 secara nasional, dengan jumlah penduduk miskin perdesaan mencapai 132.040 jiwa pada semester terakhir. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 3,77 persen atau bertambah sebanyak 4.800 jiwa dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun peringkat nasional berada di bawah Banten, angka absolut penduduk miskin di wilayah ini tercatat lebih rendah sebesar 8.590 jiwa.
Gorontalo
Gorontalo menempati urutan 4 di wilayah Pulau Sulawesi serta peringkat 23 secara nasional, dengan catatan jumlah penduduk miskin perdesaan 125.400 jiwa pada semester terakhir. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 3,45 persen atau berkurang sebanyak 4.480 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Angka ini menjadi yang terendah di antara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan, terpaut 15.230 jiwa di bawah catatan Provinsi Banten.