Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Banyuasin pada tahun 2025 sebesar 56698 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun dengan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2021 sebesar 62219 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: 22,47% Penduduk di Kabupaten Nias Barat Masuk Kategori Miskin)
Pengeluaran untuk sabun mandi tahun 2025 tersebut menyumbang sekitar 24,1 persen dari total pengeluaran per kapita untuk perawatan, 193 persen dari pengeluaran kecantikan, dan sekitar 30,8 persen dari pengeluaran untuk rokok dan tembakau masyarakat Kabupaten Banyuasin. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran aneka barang jasa, nilai pengeluaran sabun mandi menyumbang 24,1 persen dari keseluruhan pengeluaran tersebut setiap bulannya.
Sepanjang delapan tahun data yang tercatat, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini pernah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 44,1 persen pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan sebesar 4,8 persen sebelum akhirnya kembali naik drastis pada tahun berikutnya. Tiga tahun terakhir tercatat pengeluaran ini cenderung mengalami penurunan sedikit berturut-turut sejak tahun 2023.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Banyuasin menempati urutan ke 4 untuk besaran pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Urutan di atasnya secara berurutan ditempati oleh Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kota Lubuk Linggau. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 305 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 87 untuk seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Untuk tahun 2025, Kota Palembang mencatat pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini sebesar 85471 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 14,6 persen. Setelahnya diikuti Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 58885 rupiah dengan pertumbuhan naik 5,6 persen, Kota Lubuk Linggau sebesar 57565 rupiah dengan pertumbuhan naik 14 persen, Kabupaten Banyuasin dengan penurunan 4,7 persen, dan Kota Prabumulih sebesar 56463 rupiah dengan penurunan 5,3 persen. Peringkat lima besar wilayah ini tidak mengalami perubahan urutan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Fak Fak Rp.71,79 Juta Data per 2025)
Pengeluaran Non Makanan Masyarakat
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran non makanan per kapita per bulan Kabupaten Banyuasin tahun 2025 sebesar 498908 rupiah, dengan penurunan sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan wilayah ini pada peringkat 10 dari seluruh 17 kabupaten kota di Sumatera Selatan. Sementara Kota Palembang menjadi wilayah dengan pengeluaran non makanan tertinggi sebesar 1140622 rupiah dengan pertumbuhan naik 19,5 persen, dan Kabupaten Musi Rawas menjadi yang terendah dalam indikator ini.
Pengeluaran Total Masyarakat
Untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Banyuasin tercatat sebesar 1222827 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ke 7 secara keseluruhan di Sumatera Selatan. Peringkat teratas masih dipegang oleh Kota Palembang dengan total pengeluaran hampir dua kali lipat nilai Kabupaten Banyuasin yaitu 1973663 rupiah per kapita setiap bulannya.
Pengeluaran Makanan Masyarakat
Pada indikator pengeluaran makanan, Kabupaten Banyuasin mencatat nilai 723919 rupiah per kapita per bulan tahun 2025, dengan penurunan sebesar 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini berada pada peringkat ke 5 dari seluruh kabupaten kota di provinsi ini, hanya di bawah Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Ogan Ilir. Penurunan yang terjadi pada wilayah ini termasuk salah satu yang terbesar di antara seluruh wilayah Sumatera Selatan untuk indikator pengeluaran makanan tahun 2025.