Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan Nilai PDRB ADHB Konstruksi Provinsi Sumatera Barat hingga akhir Desember 2025 sebesar 8697,18 Rp miliar. Selama 64 periode pengamatan sejak kuartal pertama 2010, nilai ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan 356,43 persen sepanjang periode. Pada kuartal IV 2025, nilai tumbuh 4,13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Informasi dan Komunikasi Periode 2013-2024)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir berada di angka 2,65 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang hanya tercatat 0,45 persen. Puncak nilai tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada kuartal IV 2024 dengan nilai 8841,83 Rp miliar, sedangkan nilai terendah tercatat pada awal pengamatan kuartal I 2010 sebesar 1905,49 Rp miliar. Selama periode pengamatan, tercatat 45 kali periode tumbuh positif dan 18 kali periode mengalami penurunan.
Secara peringkat, Sumatera Barat konsisten menempati urutan ke-6 di wilayah Pulau Sumatera selama seluruh periode pengamatan. Secara nasional, peringkat provinsi ini saat ini berada di urutan ke-14, mengalami peningkatan peringkat dibandingkan periode awal yang sempat menempati urutan ke-16 nasional. Pada kuartal terakhir, nilai Sumatera Barat berada di atas rata-rata historis keseluruhan periode.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke-4 di Pulau Sumatera dan peringkat 11 nasional untuk kuartal terakhir 2025, dengan nilai PDRB ADHB Konstruksi tercatat 19838,37 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,02 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih peningkatan sebesar 200,5 Rp miliar. Nilai yang dicapai Sumatera Selatan lebih dari dua kali lipat nilai yang diraih Sumatera Barat pada periode yang sama, menjadikannya salah satu kontributor terbesar sektor konstruksi di wilayah Sumatera.
Lampung
Lampung berada di peringkat ke-5 wilayah Sumatera dan urutan 12 secara nasional, dengan nilai kuartal terakhir mencapai 13054,55 Rp miliar. Pertumbuhan sektor konstruksi di provinsi ini tercatat 6,63 persen pada periode terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 811,37 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan yang dicapai Lampung jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan Sumatera Barat, menunjukan akselerasi pembangunan infrastruktur yang berjalan lebih cepat di wilayah ini.
Kalimantan Barat
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA5 Kota Depok 2025)
Kalimantan Barat menempati urutan ke-2 di Pulau Kalimantan dan peringkat 13 nasional, mencatatkan nilai PDRB ADHB Konstruksi sebesar 10986,7 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Pertumbuhan sektor ini mencapai 7,95 persen, merupakan salah satu pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Nilai yang diraih Kalimantan Barat masih diatas nilai Sumatera Barat, dengan selisih peningkatan periode mencapai 809,03 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada di peringkat ke-2 wilayah Sulawesi dan urutan 15 secara nasional, dengan nilai kuartal terakhir tercatat 8403,89 Rp miliar. Pertumbuhan sektor konstruksi di provinsi ini mencapai 4,15 persen, hampir sama dengan pertumbuhan yang dicapai Sumatera Barat pada periode yang sama. Nilai yang dicapai Sulawesi Tengah sedikit berada dibawah nilai Sumatera Barat, menjadikan kedua provinsi ini memiliki tingkat nilai PDRB konstruksi yang hampir berimbang pada akhir tahun 2025.
Bali
Bali menempati urutan teratas di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta berada di peringkat 16 secara nasional dengan nilai PDRB ADHB Konstruksi sebesar 7763,25 Rp miliar pada kuartal terakhir. Pertumbuhan sektor ini di Bali tercatat 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sumatera Barat. Peningkatan nilai periode mencapai 377,65 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, menunjukan pemulihan sektor konstruksi yang berjalan konsisten menyusul pemulihan sektor pariwisata di wilayah ini.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara berada di peringkat ke-3 wilayah Sulawesi dan urutan 17 secara nasional, mencatatkan nilai kuartal terakhir 7315,91 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan yaitu sebesar 12,44 persen pada periode terakhir, dengan peningkatan nilai mencapai 809,65 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Meskipun peringkat masih dibawah Sumatera Barat, akselerasi pertumbuhan yang tercatat menjadi yang tertinggi pada kuartal akhir 2025.