Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, yang sebagian besar keluarga menggunakan LPG 3 kg untuk memasak mencapai 66,23 persen pada 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan tahun 2018, terjadi peningkatan signifikan sebesar 36,36 persen. Tahun 2020, persentase tercatat 37,66 persen. Tahun 2021, kembali meningkat menjadi 51,95 persen. Peningkatan tertinggi terjadi antara tahun 2020 dan 2021, dengan selisih 14,29 persen. Pertumbuhan persentase penggunaan LPG 3 kg fluktuatif. Tahun 2020 pertumbuhan mencapai 26,09 persen, lalu meningkat menjadi 37,93 persen di tahun 2021, dan sedikit menurun menjadi 27,5 persen di tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bekasi Periode 2004 - 2024)
Dalam lima tahun terakhir, ranking Kabupaten Buton Tengah di tingkat pulau relatif stabil, berada di posisi 73 atau 74. Sementara di tingkat nasional, ranking cenderung fluktuatif namun berada di kisaran 409 hingga 415. Pada tahun 2024, Buton Tengah berada di peringkat 73 di tingkat pulau dan 414 secara nasional.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024, Kabupaten Buton Tengah memiliki persentase penggunaan LPG 3 kg lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Buton Utara (86,67 persen). Di tingkat nasional, Kabupaten Buton Tengah berada di posisi yang lebih baik dibandingkan beberapa kabupaten/kota di Kalimantan dan Sumatera seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nias Selatan.
Secara keseluruhan, persentase penggunaan LPG 3 kg di Kabupaten Buton Tengah menunjukkan tren positif dengan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun terdapat fluktuasi pertumbuhan, peningkatan ini menunjukkan semakin banyak keluarga yang menggunakan LPG 3 kg untuk memasak.
Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Buton Utara menduduki peringkat yang cukup baik di Sulawesi, yaitu peringkat 72, dengan persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 86,67 persen. Meskipun demikian, terjadi penurunan sebesar 2,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan menunjukkan penurunan sebesar 2,5 persen.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Iran (Republik Islam) 2015 - 2024)
Kabupaten Mahakam Hulu
Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur, mencatatkan persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 84 persen. Terjadi kenaikan cukup signifikan sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan mencapai 7,69 persen. Dengan hasil ini, Kabupaten Mahakam Hulu menduduki peringkat 54 di tingkat pulau.
Kabupaten Nias Selatan
Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, mencatatkan persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 83,51 persen. Terjadi kenaikan cukup signifikan sebesar 16,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan mencapai 23,79 persen. Kabupaten ini berada di peringkat 149 di tingkat pulau.
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mencatatkan persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 52,29 persen. Terjadi penurunan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan menunjukkan penurunan sebesar 9,52 persen. Dengan hasil ini, Kabupaten Malinau menduduki peringkat 55 di tingkat pulau.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 39,26 persen. Mengalami penurunan sebesar 0,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,83 persen. Kabupaten ini berada di peringkat 56 di tingkat pulau.
Kota Kupang
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencatatkan persentase penggunaan LPG 3 kg sebesar 33,33 persen. Terjadi penurunan sebesar 3,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan menunjukkan penurunan cukup signifikan sebesar 10,53 persen. Kota ini menduduki peringkat 20 di tingkat pulau.