Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Bekasi tahun 2024 sebesar 4,8 persen, sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang 4,93 persen dengan pertumbuhan turun 2,64 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 204.540 orang dari 204.090 orang tahun sebelumnya, meskipun jumlah penduduk secara keseluruhan naik sebesar 3,68 persen menjadi 3.289.743 jiwa. Rank persentase kemiskinan Kabupaten Bekasi berada di urutan 450 se-Indonesia dan 101 di Pulau Jawa.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Cirebon 6,29%)
Analisis data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,58 persen, sedangkan terendah di tahun 2019 sebesar 4,01 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 20,2 persen, dan terendah di tahun 2007 turun 12,14 persen. Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024: 5,01;4,93;4,8), persentase 2024 lebih rendah dari rata-rata tersebut, sedangkan dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024:4,82;5,21;5,01;4,93;4,8), juga lebih rendah dari rata-rata 4,95 persen. Rank se-Indonesia Kabupaten Bekasi stabil di urutan 450 pada tahun 2022-2024.
Dibandingkan kabkota sekitarnya di Jawa Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Bekasi (4,8 persen) berada di posisi tengah. Kota Bandung memiliki persentase terendah 3,87 persen, sedangkan Kota Bogor tertinggi 6,53 persen. Jumlah penduduk miskin Kabupaten Bekasi (204.540 orang) lebih tinggi dari Kota Banjar (11.160 orang) tapi lebih rendah dari Kabupaten Bandung (239.870 orang). Pendapatan perkapita sekitar Rp48,92 juta per tahun, lebih tinggi dari Kabupaten Bandung tapi lebih rendah dari Kota Bandung.
Kota Banjar
Berada di rank 406 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Banjar memiliki angka 5,85 persen tahun 2024, sedikit turun dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -4,72 persen. Jumlah penduduk miskinnya 11.160 orang, dengan pertumbuhan -4,29 persen, jauh lebih sedikit dibanding Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 209.182 jiwa, naik sedikit sebesar 0,5 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp430,59 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp26,45 juta per tahun, yang merupakan yang terendah di antara kabkota perbandingan ini.
Kota Bekasi
Berada di rank 482 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Bekasi memiliki angka 4,01 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -2,2 persen. Jumlah penduduk miskinnya 128.840 orang, turun sedikit turun 0,43 persen, lebih rendah dari Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 2.526.133 jiwa, naik sedikit 1,2 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp842,93 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp48,92 juta per tahun, sama dengan Kabupaten Bekasi namun lebih rendah dari Kota Bandung.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Nusa Tenggara Barat 637,18 Ribu Jiwa)
Kota Bogor
Berada di rank 380 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Bogor memiliki angka 6,53 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -2,1 persen. Jumlah penduduk miskinnya 73.930 orang, turun sedikit turun 1,36 persen, lebih rendah dari Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 1.137.018 jiwa, naik sedikit 1,27 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp699,86 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp56,62 juta per tahun, lebih tinggi dari Kabupaten Bekasi.
Kota Cimahi
Berada di rank 465 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Cimahi memiliki angka 4,39 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -5,46 persen. Jumlah penduduk miskinnya 27.000 orang, turun sedikit turun 5,46 persen, jauh lebih rendah dari Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 579.906 jiwa, naik sedikit 1,59 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp612,57 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp72,53 juta per tahun, yang merupakan yang tertinggi di antara kabkota perbandingan ini.
Kabupaten Bandung
Berada di rank 395 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kabupaten Bandung memiliki angka 6,19 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -2,29 persen. Jumlah penduduk miskinnya 239.870 orang, turun sedikit turun 2,29 persen, lebih tinggi dari Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 3.773.104 jiwa, naik sedikit 1,34 persen tahun lalu, yang merupakan yang tertinggi di antara perbandingan. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp455,64 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp44,13 juta per tahun, lebih rendah dari Kabupaten Bekasi.
Kota Bandung
Berada di rank 487 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Bandung memiliki angka 3,87 persen tahun 2024, sedikit turun dengan pertumbuhan -1,65 persen. Jumlah penduduk miskinnya 101.100 orang, turun sedikit turun 1,65 persen, lebih rendah dari Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduknya 2.579.837 jiwa, naik sedikit 0,96 persen tahun lalu. Garis kemiskinan di sini sekitar Rp614,71 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita Rp147,08 juta per tahun, yang sangat tinggi dibanding kabkota lain di perbandingan.