Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 sebesar 4,8%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,93%. Dengan jumlah penduduk 3.289.743 jiwa, terdapat 204.540 jiwa penduduk miskin di Kabupaten Bekasi.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, pertumbuhan persentase kemiskinan Kabupaten Bekasi menduduki peringkat 450 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin sedikit naik 0,22% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 3,68%.
(Baca: 4,36% Penduduk di Kabupaten Bekasi Masuk Kategori Miskin)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Bekasi terjadi pada tahun 2006, yaitu 7,58%, sedangkan terendah pada tahun 2019 sebesar 4,01%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan 20,2%, dan pertumbuhan terendah pada tahun 2019 dengan -8,24%. Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah. Dibandingkan 5 tahun terakhir (2020-2024), persentase kemiskinan saat ini juga sedikit lebih rendah.
Dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kota Banjar (5,85%), Kota Bekasi (4,01%), Kota Bogor (6,53%), Kota Cimahi (4,39%), Kabupaten Bandung (6,19%), dan Kota Bandung (3,87%).
Kota Banjar
Kota Banjar menempati urutan ke-406 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Kota Banjar mencapai 11.160 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 4,29%. Jumlah penduduknya adalah 209.182 jiwa, menunjukkan bahwa proporsi penduduk miskin relatif kecil. Garis kemiskinan di Kota Banjar tercatat sebesar Rp 430.590,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Banjar adalah yang terendah diantara wilayah pembanding, yaitu Rp 26,45 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk kota ini tergolong stabil, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,5%.
Kota Bekasi
Kota Bekasi berada di peringkat 482 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 128.840 jiwa, mengalami penurunan tipis turun 0,43%. Total penduduk Kota Bekasi adalah 2.526.133 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini cukup tinggi, mencapai Rp 842.927,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bekasi mencapai Rp 48,92 juta per tahun, dengan pertumbuhan tertinggi di antara wilayah pembanding, mencapai 8,04%. Pertumbuhan penduduk stabil di angka 1,2%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Barat Periode 2005 - 2024)
Kota Bogor
Kota Bogor menempati peringkat 380 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 73.930 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 1,36%. Total penduduk Kota Bogor adalah 1.137.018 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Bogor tercatat sebesar Rp 699.861,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bogor mencapai Rp 56,62 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sedikit meningkat 1,27%.
Kota Cimahi
Kota Cimahi menduduki peringkat 465 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 27.000 jiwa, mengalami penurunan signifikan turun 5,46%. Dengan jumlah penduduk 579.906 jiwa, proporsi penduduk miskinnya relatif kecil. Garis kemiskinan di Kota Cimahi tercatat sebesar Rp 612.567,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Cimahi cukup tinggi, mencapai Rp 72,53 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk tergolong kecil, yaitu 1,59%.
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung menempati peringkat ke-395 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini adalah yang tertinggi di antara wilayah pembanding, yaitu 239.870 jiwa, meskipun mengalami penurunan turun 2,29%. Jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3.773.104 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 455.636,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kabupaten Bandung mencapai Rp 44,13 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk stabil di angka 1,34%.
Kota Bandung
Kota Bandung berada di peringkat 487 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 101.100 jiwa, menunjukkan penurunan turun 1,65%. Total penduduk Kota Bandung adalah 2.579.837 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini tercatat sebesar Rp 614.707,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kota Bandung adalah yang tertinggi di antara wilayah pembanding, mencapai Rp 147,08 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk stabil dengan angka 0,96%.