GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 25.320 kasus per Kamis, 03 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 21 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 1,14 persen.
(Baca: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Urutan Ke-11 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 20.803 kasus.
Menyusul Thailand dengan pertumbuhan jumlah kasus Omicron secara mingguan mencapai 1,17 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan 18.442 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah kasus Omicron terlihat naik 0,57 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 18.338 jiwa.
(Baca: Total Test Covid-19 Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Berikutnya, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.469 kasus (naik 2,58%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 10.720 kasus (naik 18,89%) dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 3,86 persen menjadi 4.197 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,41 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,31 juta kasus.