Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Informasi dan Komunikasi Provinsi Aceh pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 6753,7 Rp miliar. Selama periode 16 tahun pengamatan sejak 2010, sektor ini tidak pernah mengalami penurunan nilai, dengan total kenaikan keseluruhan mencapai 106,02 persen atau tumbuh rata-rata 4,94 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 11,96 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2024 sebesar 1,85 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir hanya mencapai 2,86 persen, angka ini jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 5,48 persen. Hal ini menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi di Aceh dalam tiga tahun belakangan.
Untuk peringkat wilayah, pada tahun 2025 Aceh berada di urutan ke 8 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, serta menempati peringkat ke 20 secara nasional. Selama lima tahun terakhir, posisi peringkat Aceh baik di tingkat pulau maupun nasional tidak mengalami pergerakan peningkatan yang signifikan, bahkan sempat turun satu peringkat pada tingkat pulau sejak tahun 2019.
Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan ke 17 secara nasional dan peringkat 3 di Pulau Kalimantan untuk indikator ini, dengan nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi tahun terakhir mencapai 7809,46 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,66 persen pada periode terbaru, angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional maupun capaian Aceh. Nilai total sektor ini di Kalimantan Selatan tercatat 15,6 persen lebih besar dibanding nilai yang dicapai Aceh pada tahun yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau merupakan satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mencatat pertumbuhan negatif pada tahun terakhir, dengan penurunan sebesar 2,65 persen. Peringkat wilayah ini berada di urutan 6 Pulau Sumatera dan nomor 18 secara nasional, dengan nilai total sektor mencapai 7494,68 Rp miliar. Meskipun mengalami kontraksi pertumbuhan, nilai absolut PDRB sektor ini di Kepulauan Riau masih tercatat lebih tinggi 11 persen dibanding capaian Aceh tahun 2025.
Riau
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman di Sulawesi Tenggara | 2025)
Provinsi Riau menempati urutan ke 7 di Pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi tahun terbaru sebesar 7468,29 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen pada periode terakhir, atau lebih dari tiga kali lipat laju pertumbuhan yang dicapai Aceh pada tahun yang sama. Nilai sektor di Riau tercatat 10,6 persen lebih besar dibanding nilai yang diraih Aceh tahun 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati urutan ke 2 di Pulau Sulawesi dan peringkat 21 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi akhir periode mencapai 6503,1 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,46 persen pada tahun terakhir, laju pertumbuhan ini hampir tiga kali lebih tinggi dibanding capaian Aceh. Meskipun peringkat nasional satu tingkat dibawah Aceh, selisih nilai absolut antara kedua provinsi ini hanya tercatat sekitar 3,7 persen saja.
Sulawesi Utara
Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ke 3 di Pulau Sulawesi dan peringkat 22 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi tahun terakhir mencapai 6181,81 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,57 persen pada periode terbaru, angka ini merupakan salah satu laju pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan. Nilai sektor di Sulawesi Utara tercatat 8,5 persen lebih rendah dibanding capaian Aceh pada tahun 2025.
Papua
Provinsi Papua menempati urutan pertama di Pulau Papua dan peringkat 23 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor informasi dan komunikasi tahun terakhir mencapai 4177,13 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada periode terbaru, laju pertumbuhan ini tiga kali lebih tinggi dibanding yang dicapai Aceh. Meskipun memiliki laju pertumbuhan yang baik, nilai absolut sektor ini di Papua masih tercatat 38,1 persen lebih rendah dibanding capaian Aceh tahun 2025.