Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Sulawesi Tenggara pada akhir 2025 mencapai 21,68 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren naik secara konsisten dengan total perubahan nilai mencapai 116,8% selama 16 tahun, atau tumbuh rata-rata 5,29% per tahun. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 4,26%, dan juga sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 5,09%.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMA Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, bukan Mesin dan Peralatannya Periode 2013-2025)
Sepanjang riwayat data historis, kenaikan pertumbuhan tertinggi sektor ini terjadi pada tahun 2013 dengan pertumbuhan 18,18%, sedangkan satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2018 turun 5,56%. Setelah periode stagnan pada tahun 2019 hingga 2021 dimana nilai PDRB tidak mengalami perubahan selama 3 tahun berturut-turut, sektor ini kembali mencatat kenaikan berturut-turut mulai tahun 2022. Pada tahun 2025, posisi ranking Sulawesi Tenggara di wilayah Pulau Sulawesi berada di peringkat 5, dan berada di peringkat 30 secara nasional.
Selama 5 tahun terakhir, posisi ranking Sulawesi Tenggara di tingkat pulau tidak mengalami perubahan, tetap konsisten di peringkat 5 Sulawesi dan turun satu peringkat secara nasional dari posisi 29 menjadi 30 pada tahun 2024 hingga sekarang. Nilai PDRB sektor ini pada tahun 2025 tercatat 1,38 Rp miliar lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, dengan selisih pertumbuhan sebesar 0,2% pada tahun 2024 sebelum kembali naik menjadi 6,8% pada tahun 2025. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode historis.
Gorontalo
Gorontalo menjadi satu-satunya provinsi lain di Pulau Sulawesi yang masuk dalam daftar perbandingan, dengan nilai PDRB sektor industri kertas dan percetakan tahun terakhir mencapai 43,12 Rp miliar. Nilai ini hampir dua kali lipat nilai yang dicatat Sulawesi Tenggara, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,48%. Provinsi ini menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 27 secara nasional, memiliki selisih nilai sebesar 1,85 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan daerah ini tercatat lebih stabil dibandingkan wilayah lain di kelompok peringkat bawah nasional.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya mencatat nilai PDRB sektor ini sebesar 30,68 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 3,58%. Daerah ini menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 28 secara nasional, berada satu peringkat di atas Sulawesi Tenggara. Selisih kenaikan nilai dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 1,06 Rp miliar, dengan rata-rata pertumbuhan yang sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional untuk sektor yang sama. Nilai PDRB daerah ini tercatat hampir 50% lebih tinggi dibandingkan nilai yang berhasil dicapai Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.
Papua Tengah
(Baca: 7,93% Penduduk di Kabupaten Sintang Masuk Kategori Miskin)
Dengan nilai PDRB sektor industri kertas dan percetakan sebesar 21,84 Rp miliar, Papua Tengah menempati posisi peringkat 3 di Pulau Papua dan peringkat 29 secara nasional. Nilai ini hanya berselisih 0,16 Rp miliar dengan nilai Sulawesi Tenggara pada tahun 2025, menjadikan kedua provinsi ini memiliki nilai PDRB sektor yang hampir setara. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat 3,85%, dengan selisih kenaikan nilai 0,81 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi peringkat nasional Papua Tengah berada tepat satu tingkat di atas Sulawesi Tenggara.
Papua Barat
Papua Barat mencatat nilai PDRB sektor ini sebesar 14,73 Rp miliar pada tahun terakhir, menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 31 secara nasional. Nilai ini tercatat lebih rendah dibandingkan nilai Sulawesi Tenggara, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,22%. Selisih kenaikan nilai dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 0,32 Rp miliar, merupakan salah satu kenaikan nilai terkecil di kelompok peringkat ini. Posisi peringkat nasional provinsi ini berada tepat satu tingkat di bawah posisi Sulawesi Tenggara pada tahun 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatat nilai PDRB sektor industri kertas dan percetakan sebesar 10,72 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 3,08%. Daerah ini menempati peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 32 secara nasional, dua peringkat di bawah posisi Sulawesi Tenggara. Selisih kenaikan nilai dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 0,32 Rp miliar, dengan nilai total PDRB sektor ini kurang dari setengah nilai yang dicapai Sulawesi Tenggara pada periode yang sama. Pertumbuhan daerah ini tercatat lebih stabil dibandingkan kebanyakan provinsi di wilayah timur Indonesia.
Papua Selatan
Papua Selatan mencatat nilai PDRB sektor ini sebesar 10,71 Rp miliar pada tahun terakhir, menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 33 secara nasional. Nilai ini hanya berselisih 0,01 Rp miliar dengan Sumatera Barat, menjadi dua provinsi dengan nilai PDRB sektor terendah dalam daftar perbandingan. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat 2,39%, dengan selisih kenaikan nilai 0,25 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi peringkat nasional provinsi ini merupakan yang terendah dari seluruh provinsi yang tercatat dalam kelompok data perbandingan ini.