Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 7,08 persen, turun sebesar 9,92 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 169.800 jiwa, berkurang 17.970 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin | 2004 - 2025)
Sepanjang catatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Karawang pernah mencapai angka tertinggi 16,51 persen pada tahun 2006. Angka terendah dalam periode ini tercatat pada tahun 2025 yaitu 7,08 persen. Untuk ranking nasional, wilayah ini berada di urutan 325 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Karawang adalah 7,94 persen, sehingga angka 2025 tercatat lebih rendah dari rata-rata tersebut. Sementara rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 8,28 persen, penurunan tahun ini lebih besar dibanding periode sebelumnya. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar tercatat pada tahun 2025 ini.
Kabupaten Bogor
Berada di urutan 364 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,26 persen dengan penurunan sebesar 11,21 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 401.860 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 531,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 58,79 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,16 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Ciamis
Ranking persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 319, dengan angka 7,19 persen dan penurunan sedikit sebesar 2,71 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 88.720 jiwa, garis kemiskinan sebesar 483,64 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 36,79 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan yang sama dengan Kabupaten Bogor yaitu 7,16 persen.
(Baca: 16,31% Penduduk di Kabupaten Probolinggo Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Pangandaran
Urutan 287 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 8,03 persen dengan penurunan 8,23 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.090 jiwa, garis kemiskinan sebesar 486,29 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,39 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,7 persen atau menjadi pertumbuhan tertinggi dibanding seluruh kabupaten pembanding.
Kabupaten Purwakarta
Berada di urutan 293 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,87 persen dengan penurunan 6,42 persen pada periode 2025. Jumlah penduduk miskin mencapai 76.510 jiwa, garis kemiskinan sebesar 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat merupakan yang tertinggi di antara seluruh kabupaten pembanding yaitu 89,22 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,18 persen.
Kabupaten Sukabumi
Ranking 355 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,41 persen dengan penurunan 6,7 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 164.630 jiwa, garis kemiskinan sebesar 431,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 33,44 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah diantara seluruh wilayah pembanding pada data ini.
Kota Sukabumi
Urutan 332 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,90 persen dengan penurunan sedikit 4,17 persen pada periode 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.170 jiwa, dengan garis kemiskinan tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding yaitu 706,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,65 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,45 persen dari tahun sebelumnya.