Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2025 mencapai 140724 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2024. Selisih peningkatan pengeluaran pada tahun terakhir mencapai 11661,9 rupiah per penduduk setiap bulannya.
(Baca: Statistik Nilai Transaksi Periode 2015-2025)
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, nilai pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2020 tercatat kenaikan sebesar 26,4 persen menjadi pengeluaran tertinggi pada periode tersebut. Kemudian pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 20,4 persen, menjadi penurunan terdalam yang tercatat selama delapan tahun pengamatan. Setelah tahun 2021, nilai pengeluaran kembali bergerak naik meskipun sempat turun sedikit pada tahun 2024 sebesar 1,8 persen.
Untuk posisi perbandingan di tingkat provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bangkalan berada di urutan ke 37 dari total 38 kabupaten dan kota. Hanya Kabupaten Sampang yang mencatat nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bangkalan pada tahun 2025. Sementara untuk peringkat nasional, wilayah ini menempati urutan ke 394 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dari data pengeluaran total, nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Bangkalan menyumbang sekitar 14,7 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat wilayah ini pada tahun 2025. Sementara itu pengeluaran untuk rokok dan tembakau bahkan tercatat mencapai 106412 rupiah, hampir mendekati nilai pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Rata-rata pengeluaran untuk perawatan pribadi tercatat sebesar 45985 rupiah per kapita setiap bulan.
Kota Surabaya
Kota Surabaya menempati urutan pertama seluruh wilayah Jawa Timur untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi. Pada tahun 2025 nilai pengeluaran di kota ini mencapai 437746 rupiah per kapita per bulan, atau lebih dari tiga kali lipat nilai yang tercatat di Kabupaten Bangkalan. Pertumbuhan pengeluaran kategori ini di Kota Surabaya tercatat sebesar 9,2 persen pada tahun terakhir, angka yang hampir sama dengan pertumbuhan yang terjadi di Kabupaten Bangkalan. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Surabaya juga tetap menjadi wilayah dengan nilai tertinggi se-Jawa Timur.
(Baca: Statistik Nilai Transaksi Periode 2015-2025)
Kabupaten Gresik
Berada di urutan kedua provinsi, Kabupaten Gresik mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 365095 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 12,8 persen pada tahun terakhir, angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bangkalan. Dari seluruh kategori pengeluaran, total pengeluaran per kapita Kabupaten Gresik mencapai 2064727 rupiah per bulan, dan menempati urutan kelima se-Jawa Timur untuk kategori pengeluaran total.
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan yang juga termasuk wilayah Pulau Madura mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Jawa Timur pada tahun 2025, yakni sebesar 69,5 persen. Nilai pengeluaran di wilayah ini mencapai 191443 rupiah per kapita per bulan, dan menempati urutan ke 31 seprovinsi. Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bangkalan yang berada satu pulau yang sama. Pertumbuhan tinggi ini terjadi setelah pada tahun sebelumnya wilayah ini mencatat nilai pengeluaran terendah di antara wilayah Madura.
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sampang menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Timur yang memiliki nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bangkalan. Pada tahun 2025 nilai pengeluaran di wilayah ini hanya mencapai 106045 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan hanya sebesar 2 persen pada tahun terakhir. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Sampang juga menempati urutan terakhir se-Jawa Timur, dengan nilai total pengeluaran per kapita sebesar 879273 rupiah per bulan.