Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2025 mencapai 344636 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 13,4 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, tercatat kenaikan total sebesar 65,2 persen dari nilai awal pada tahun 2018 yang hanya 208627 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Botswana 2024)
Sepanjang delapan tahun data yang tercatat, terjadi pergerakan nilai yang naik turun. Pada tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 30,8 persen menjadi pengeluaran tertinggi pada periode awal, kemudian pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 12,2 persen. Setelah tahun 2021, nilai pengeluaran secara konsisten mengalami kenaikan setiap tahun hingga tahun 2025.
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini menyumbang 15,7 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2025. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk makanan mencapai 1155805 rupiah per kapita per bulan, sedangkan pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan mencapai 1040426 rupiah per kapita per bulan. Rata-rata kenaikan pengeluaran aneka barang dan jasa dalam tiga tahun terakhir mencapai 6,7 persen per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang hanya 4,2 persen per tahun.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah se Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan kedua untuk nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2025. Urutan pertama dipegang oleh Kota Mataram dengan nilai 399382 rupiah, diikuti Kabupaten Sumbawa di urutan ketiga, Kota Bima urutan keempat dan Kabupaten Lombok Tengah di urutan kelima. Posisi peringkat Kabupaten Sumbawa Barat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Sumbawa Barat
Untuk kategori total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Sumbawa Barat juga tetap menempati urutan kedua se Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 dengan nilai total 2196231 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk kategori pengeluaran makanan saja, wilayah ini justru menempati urutan pertama se provinsi, dengan nilai 1155805 rupiah per kapita per bulan dan mengalami kenaikan 8 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMD Sektor Industri Lainnya Periode 2013-2023)
Kota Mataram
Kota Mataram secara konsisten menempati urutan pertama untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 2266048 rupiah per bulan, dengan pengeluaran makanan sebesar 1014014 rupiah dan pengeluaran bukan makanan 1252034 rupiah. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 6,8 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Sumbawa Barat.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran masyarakat pada tahun 2025 dengan nilai 1684954 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 10,8 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara sepuluh kabupaten dan kota di provinsi ini. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 888780 rupiah per kapita per bulan, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 796173 rupiah per bulan.
Kota Bima
Kota Bima menempati urutan keempat untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2025 dengan nilai 1682703 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di provinsi ini yang mencatat penurunan nilai total pengeluaran, yaitu sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya pengeluaran makanan masyarakat sebesar 9,3 persen pada tahun yang sama, sementara pengeluaran bukan makanan justru mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,3 persen.