- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Botswana tahun 2024 berada di angka 5,07 unit. Angka ini hanya tumbuh 0,12% dibanding tahun 2023, menunjukkan perlambatan ekstrem setelah tahun sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 1,8% yang berarti penurunan nilai ekonomi riil setelah penyesuaian daya beli masyarakat. Selama tiga tahun terakhir 2022-2024, rata-rata pertumbuhan Botswana hanya sebesar 1,77% per tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Botswana terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMD Sektor Industri Lainnya Periode 2013-2023)
Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 sebesar 1,01% per tahun, performa tiga tahun terakhir sebenarnya masih lebih baik. Namun angka pertumbuhan 0,12% pada 2024 berada jauh di bawah kedua rata-rata tersebut, mengkonfirmasi ekonomi Botswana saat ini berada di titik stagnasi hampir nol pertumbuhan.
Selama 10 tahun data yang tercatat, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Botswana terjadi pada tahun 2016 dengan capaian 10,84%, sedangkan titik terendah adalah kontraksi 4,37% pada tahun 2017. Fluktuasi yang terjadi berarti pergerakan pertumbuhan selalu bergantian antara positif dan negatif setiap 1-2 tahun tanpa pola kenaikan berkelanjutan, tidak ditemukan anomali nilai diluar pola ini.
Dari sisi peringkat regional Afrika, Botswana mengalami penurunan peringkat dari posisi 42 pada tahun 2023 menjadi peringkat 44 pada 2024. Penurunan dua peringkat ini terjadi karena pertumbuhan Botswana lebih lambat dibanding dua negara lain di wilayah Afrika yang berhasil mencatatkan pertumbuhan PDB PPP diatas 1% pada tahun yang sama.
Untuk perbandingan negara berdekatan, posisi Botswana tahun 2024 berada persis diantara Eswatini pada peringkat 41 dan Lesotho pada peringkat 42. Nilai pertumbuhan 0,12% Botswana juga lebih rendah dibanding Lesotho yang tumbuh 1,99% pada periode yang sama, namun masih lebih baik dibanding Eswatini yang hanya mencatatkan pertumbuhan 0,127%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2025)
International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi PDB PPP Botswana untuk lima tahun ke depan, dimulai dengan pertumbuhan 0,49% pada 2025, kemudian secara bertahap naik hingga mencapai 2,27% pada tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan akan terjadi perbaikan bertahap dari kondisi stagnasi tahun 2024, namun tidak akan kembali ke tingkat pertumbuhan diatas 5% seperti yang pernah dicapai sebelumnya.
Secara keseluruhan, ekonomi Botswana saat ini keluar dari periode kontraksi tahun 2023 namun belum mampu memulai pemulihan yang signifikan. Selama satu dekade terakhir negara ini tidak pernah mencatatkan pertumbuhan positif berkelanjutan lebih dari dua tahun berturut-turut, menjadi hambatan utama untuk meningkatkan posisi kompetitif ekonomi di wilayah Afrika.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |