Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat jumlah penduduk Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan umur 35-39 tahun pada 2024 sebanyak 31.950 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu turun 0,83% atau berkurang sebanyak 269 jiwa. Penurunan ini mengakhiri tren kenaikan yang terjadi sejak 2020.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yaitu 31.994 jiwa, jumlah penduduk usia 35-39 tahun di Ogan Komering Ulu pada 2024 lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yaitu 31.851 jiwa, jumlah penduduk pada 2024 sedikit lebih tinggi. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2022 sebesar 2,32%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada 2024 turun 0,83%.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Merangin)
Secara ranking di Pulau Sumatera, Ogan Komering Ulu berada pada peringkat 52 pada tahun 2024, sama dengan tahun 2021. Untuk ranking se-Indonesia, Ogan Komering Ulu berada di peringkat 187. Posisi ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tertinggi jumlah penduduk usia 35-39 tahun di Ogan Komering Ulu dalam data historis terjadi pada tahun 2022. Sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2024, menunjukkan adanya fluktuasi data.
Data menunjukkan adanya anomali pada tahun 2024, yaitu penurunan jumlah penduduk setelah mengalami kenaikan selama beberapa tahun. Hal ini perlu menjadi perhatian dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu menempati peringkat ke-50 di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 32.960 jiwa. Nilai ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 0,35%. Walaupun begitu, Pringsewu masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan wilayah lain di Sumatera. Secara nasional, Pringsewu berada pada peringkat 184. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Pringsewu memiliki potensi pertumbuhan yang baik jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kapuas, Kalimantan, menduduki peringkat ke-15 di pulau tersebut dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebesar 32.587 jiwa. Dengan penurunan turun 0,31%, menunjukkan Kapuas berada di atas rata-rata pertumbuhan wilayah lain di Kalimantan. Walaupun demikian, peringkat nasional Kapuas adalah 185, menunjukkan tantangan untuk bersaing dengan wilayah lain di Indonesia. Kabupaten Kapuas perlu menggali potensi untuk meningkatkan pertumbuhan penduduk usia produktif.
Kabupaten Agam
Dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebesar 32.581 jiwa, Kabupaten Agam berada pada peringkat ke-51 di Pulau Sumatera. Agam mengalami penurunan signifikan turun 3,21%, menjadikan wilayah ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan di Sumatera. Posisi Agam di tingkat nasional adalah 186. Ini menandakan bahwa Agam perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk usia produktif.
Kabupaten Merangin
Kabupaten Merangin berada di peringkat ke-53 di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 31.932 jiwa. Pertumbuhan Merangin adalah 0,14%, menempatkan wilayah ini di bawah rata-rata pertumbuhan di Sumatera. Secara nasional, Merangin menduduki peringkat 188. Peningkatan investasi di sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk menarik dan mempertahankan penduduk usia produktif.
Kabupaten Bungo
Kabupaten Bungo berada pada peringkat 54 di Sumatera dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebesar 31.728 jiwa. Pertumbuhan penduduk di Bungo adalah 0,29%. Peringkat nasional kabupaten ini adalah 189. Potensi sektor pertanian dan perkebunan dapat dioptimalkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan penduduk. Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan juga penting untuk mendukung pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan.
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang menempati posisi ke-55 di Pulau Sumatera, dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun mencapai 31.544 jiwa. Pertumbuhan di wilayah ini tercatat sebesar 1,26%. Peringkat nasional kabupaten ini adalah 190. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi dapat menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah. Pengembangan infrastruktur juga penting untuk mendukung mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi.