Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk miskin Provinsi Riau periode semester September 2025 sebesar 475.570 jiwa. Sepanjang 40 periode pengamatan sejak akhir 1999, angka penduduk miskin di wilayah ini menunjukkan tren turun secara keseluruhan dengan perubahan total turun 10,69%. Pada semester September 2025 terjadi kenaikan sedikit sebesar 3,17% dibandingkan periode Maret 2025 yang sempat mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah yakni 460.960 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ponorogo Periode 2004 - 2025)
Rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk miskin Riau selama 3 semester terakhir tercatat -1,10%, sedangkan rata-rata 5 semester terakhir berada di angka -0,69%. Angka ini menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin berjalan lebih baik dalam 3 semester terakhir dibandingkan 5 semester sebelumnya. Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi pernah terjadi pada akhir tahun 2002 dengan pertumbuhan 19,22% sedangkan penurunan terbesar tercatat pada semester September 2005 turun 19,34%.
Untuk posisi peringkat, Riau berada di urutan ke-5 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 12 tingkat nasional pada periode September 2025. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan 5 semester sebelumnya. Nilai penduduk miskin Riau saat ini berada di bawah rata-rata seluruh periode pengamatan yang sebesar 520.959 jiwa. Sepanjang 40 periode, jumlah penduduk miskin Riau tercatat mengalami kenaikan pada 18 periode dan penurunan pada 21 periode tanpa ada periode stagnan.
Aceh
Aceh mencatatkan jumlah penduduk miskin semester terakhir sebesar 703.330 jiwa, menempati urutan ke-4 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 9 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,19% dibandingkan semester sebelumnya, menjadi salah satu penurunan paling kecil diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Nilai penduduk miskin Aceh secara angka absolut masih 47,9% lebih tinggi dibandingkan angka yang tercatat untuk Provinsi Riau pada periode yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 10 tingkat nasional dengan jumlah penduduk miskin semester terakhir sebesar 685.140 jiwa. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 1,86% dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai 12.990 jiwa. Angka penduduk miskin di provinsi ini masih 44% lebih tinggi dibandingkan angka penduduk miskin Provinsi Riau pada semester September 2025.
Nusa Tenggara Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Timur | 2005 - 2025)
Nusa Tenggara Barat berada pada peringkat ke-2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 11 secara nasional, dengan jumlah penduduk miskin semester terakhir tercatat 637.180 jiwa. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 2,66% dibandingkan semester sebelumnya dengan pengurangan jumlah penduduk miskin mencapai 17.390 jiwa. Meskipun menunjukkan tren penurunan yang cukup baik, nilai absolut penduduk miskin di wilayah ini masih 33,9% lebih tinggi dibandingkan Riau.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati urutan ke-5 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 13 tingkat nasional dengan jumlah penduduk miskin semester terakhir sebesar 439.120 jiwa. Ibu kota negara ini mencatatkan penurunan terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan yakni sebesar 5,54% dengan pengurangan mencapai 25.750 jiwa. Angka penduduk miskin DKI Jakarta tercatat 7,67% lebih rendah dibandingkan angka penduduk miskin Provinsi Riau pada periode yang sama.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta berada pada urutan ke-6 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 14 secara nasional dengan jumlah penduduk miskin semester terakhir tercatat 422.790 jiwa. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,71% dibandingkan periode sebelumnya dengan pengurangan sebesar 3.030 jiwa. Angka penduduk miskin di provinsi ini tercatat 11,1% lebih rendah dibandingkan nilai yang dicatatkan oleh Provinsi Riau pada semester September 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menduduki peringkat ke-2 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 15 tingkat nasional dengan jumlah penduduk miskin semester terakhir sebesar 345.380 jiwa. Provinsi ini mencatatkan penurunan sebesar 3,03% dibandingkan periode sebelumnya dengan pengurangan jumlah penduduk miskin mencapai 10.810 jiwa. Angka penduduk miskin di wilayah ini merupakan yang terendah diantara seluruh 6 provinsi yang dibandingkan, yakni 27,37% lebih rendah dibandingkan angka Riau.