Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Tanggamus, Lampung pada akhir tahun 2025 mencapai Rp 469.834,03. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode pencatatan 8 tahun terakhir sejak 2018. Sepanjang periode observasi, data menunjukkan fluktuasi dengan 4 kali periode penurunan dan 3 kali periode kenaikan tahunan, dengan tren keseluruhan bergerak naik secara konsisten.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Pada tahun 2025, terjadi kenaikan pengeluaran sebesar 14,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut sebesar Rp 59.438,14. Kenaikan tahun ini merupakan yang tertinggi tercatat sejak 5 tahun terakhir, mengungguli rata-rata pertumbuhan 5 tahun lalu yang hanya 4,92 persen, serta rata-rata 3 tahun terakhir yang berada di angka 9,08 persen. Peringkat wilayah ini di tingkat Pulau Sumatera naik dari posisi 148 tahun 2024 menjadi posisi 136 tahun 2025, sementara peringkat nasional juga membaik dari urutan 494 menjadi 469.
Titik terendah pengeluaran bukan makanan di wilayah ini terjadi pada tahun 2022 dengan nilai Rp 365.446,44, yang juga menjadi periode penurunan terdalam sepanjang catatan dengan penurunan sebesar 5,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan dalam 8 tahun, total peningkatan pengeluaran mencapai 19,46 persen, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 2,57 persen setiap tahunnya. Nilai tahun 2025 saat ini tercatat berada di atas rata-rata nilai pengeluaran seluruh periode.
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas yang berada di wilayah Sumatera mencatat nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tahun terakhir sebesar Rp 473.084,48, sedikit berada di atas nilai Kabupaten Tanggamus. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 12,18 persen pada periode terakhir, menjadikannya satu-satunya wilayah di kelompok perbandingan dari pulau Sumatera. Pada peringkat pulau Sumatera, wilayah ini menempati urutan 135, hanya satu tingkat di atas Kabupaten Tanggamus yang berada di urutan 136 untuk tahun pencatatan yang sama. Secara nasional, Kabupaten Padang Lawas berada di peringkat 466, tiga tingkat lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tanggamus.
Kabupaten Lumajang
Berada di Pulau Jawa, Kabupaten Lumajang memiliki nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tahun terakhir sebesar Rp 472.551,61. Nilai ini terpaut sangat sedikit di atas Kabupaten Tanggamus Lampung, namun wilayah ini mencatat penurunan sangat dalam sebesar 21,82 persen pada periode tahun terakhir. Peringkat nasional Kabupaten Lumajang berada di urutan 467, hanya dua tingkat di atas Kabupaten Tanggamus. Meskipun nilai absolut hampir sama, tren pertumbuhan wilayah ini berjalan sangat berlawanan dibandingkan peningkatan tajam yang terjadi di Lampung pada tahun yang sama.
Kabupaten Lembata
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Soppeng | 2004 - 2025)
Kabupaten Lembata dari wilayah Nusa Tenggara dan Bali menempati urutan 31 tingkat pulau, dengan nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tahun terakhir sebesar Rp 470.949,60. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,69 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai absolut sebesar Rp 7.842,56. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 468, hanya satu tingkat di atas Kabupaten Tanggamus Lampung. Nilai pengeluaran kedua wilayah ini terpaut kurang dari Rp 1.200 saja, menjadikan kedua wilayah ini bersebelahan hampir setara dalam urutan nasional.
Kabupaten Kupang
Tepat berada satu tingkat dibawah Kabupaten Tanggamus di peringkat nasional 470, Kabupaten Kupang mencatat nilai pengeluaran per kapita bukan makanan sebesar Rp 468.730,31. Wilayah yang juga berada di gugusan Nusa Tenggara dan Bali ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,97 persen pada periode tahun terakhir. Peringkat wilayah ini di tingkat pulau berada di urutan 32, bersebelahan dengan Kabupaten Lembata. Nilai pengeluaran wilayah ini terpaut sekitar Rp 1.100 dibawah nilai yang dicatatkan oleh Kabupaten Tanggamus Lampung pada tahun 2025.
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Lombok Utara menempati peringkat 471 secara nasional, dengan nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tahun terakhir sebesar Rp 467.933,83. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 13,32 persen pada tahun terakhir, menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok perbandingan setelah Kabupaten Tanggamus. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, wilayah ini berada di urutan 33. Nilai pengeluaran wilayah ini terpaut sekitar Rp 1.900 dibawah nilai Kabupaten Tanggamus, dengan tren pertumbuhan yang sama-sama positif pada periode 2025.
Kabupaten Bima
Pada urutan terbawah kelompok perbandingan, Kabupaten Bima mencatat nilai pengeluaran per kapita bukan makanan sebesar Rp 467.829,36 dengan peringkat nasional 472. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,91 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai absolut sebesar Rp 21.905,02. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kabupaten Bima menempati urutan 34. Meskipun berada di urutan terbawah kelompok ini, wilayah ini tetap mencatat tren pertumbuhan positif sama seperti Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lombok Utara pada tahun pencatatan 2025.