Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Soppeng tahun 2025 sebesar 6,65 persen. Angka ini turun sedikit sebesar 0,25 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 6,9 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 3,62 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 15.340 jiwa, turun 560 jiwa dari tahun sebelumnya.
Secara historis periode 2004-2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Soppeng tercatat pada tahun 2008 sebesar 11,22 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2004 sebesar 4,6 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi juga pada tahun 2008 yaitu 105,87 persen, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2011 yaitu -10,09 persen.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Ogan Komering Ilir Juni 2026 Mencapai 1,86%)
Posisi peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Soppeng secara nasional tahun 2025 berada di urutan 344 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk lingkup Pulau Sulawesi, wilayah ini menempati urutan 62. Nilai persentase tahun 2025 ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir dan rata-rata 5 tahun terakhir wilayah ini.
Kabupaten Bulukumba
Berada di peringkat 378 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,06 persen dengan penurunan sebesar 9,69 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 25.880 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 861,73 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 47,11 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,93 persen.
Kabupaten Gowa
Peringkat 345 secara nasional, hanya terpaut satu peringkat di atas Kabupaten Soppeng. Persentase kemiskinan tercatat 6,64 persen dengan penurunan 3,07 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.040 jiwa, garis kemiskinan 496,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 41,35 juta rupiah per tahun.
Kota Palopo
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan di Kota dan Desa dengan Keluhan Kesehatan dalam Sebulan Terakhir Tertinggi Ada di Nusa Tenggara Barat pada 2025)
Wilayah ini menempati peringkat 320 secara nasional, dengan persentase kemiskinan 7,18 persen dan penurunan sebesar 2,31 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.310 jiwa, garis kemiskinan sebesar 481,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 59,37 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,81 persen.
Kabupaten Sinjai
Berada di peringkat 308 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,41 persen dengan penurunan sebesar 5,24 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.440 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 426,19 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 64,46 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 9,13 persen.
Kabupaten Takalar
Peringkat 313 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,27 persen dengan penurunan sebesar 6,19 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.170 jiwa, garis kemiskinan sebesar 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 44,81 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,79 persen.
Kabupaten Wajo
Wilayah ini menempati peringkat 391 secara nasional, dengan persentase kemiskinan 5,86 persen dan penurunan sebesar 9,43 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.150 jiwa, garis kemiskinan sebesar 450,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 73,46 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 10,11 persen.